Melalui Komfrensi Pers di Umumkan, Polres Jaksel dan Karo Paminal di Nonaktifkan

Jakarta_Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, transparansi dan indefensi Tim harus betul-betul menjaga Marwah sesuai dengan Komitmen Kapolri.

Tim harus bekerja secara Profesional maksimal dengan proses pembuktian secara ilmiah ini merupakan Suatu keharusan, Ungkapnya di Polri tadi malam, Kamis(21/7/2022).

“Oleh karenanya untuk menjaga intervensi tersebut, transfaransi dan Akuntable. Pada malam hari ini Polri memutuskan, untuk menonaktifkan dua orang diantaranya yaitu, Karo Paminal Bridjen. Pol Hendra Kurniawan dan Kapolres Jakarta Selatan Kombes. pol. Budhi Herdi Susianto. Dan pejabat sementaranya akan ditunjuk oleh Kapolda Metro jaya, Terang Dedi”.

Kemudian nanti secara teknis akan disampaikan oleh Dir. Vidum, Ini merupakan suatu komitmen dari Pimpinan Kapolri bahwa, kita menerima Tim Kuasa hukum dari Keluarga Brigadir J.Pada intinya, hasil komunikasi dari pihak Pengacara meminta untuk dilaksanakan Autopsi ulang, di penuhi.

Tim bekerja Maksimal, kita sudah menemukan CCTV yang bisa mengungkap secara jelas tentang konstruksi kasus ini dan Tim CCTV sedang di dalami oleh Timsus dan nanti akan dibuka apabila seluruh rangkaian proses penyidikan Timsus sudah selesai dan tidak sepotong-sepotong.

Kita akan menyampaikan secara komprehensif apa yang telah dicapai oleh Timsus yang telah ditunjuk oleh Kapolri. Tuturnya.

Lanjutnya, dan seluruh aspirasi masyarakat sangat di dengar oleh Kapolri dan komitmen dari Pimpinan Polri Tim menunjukkan Kinerjanya secara Maksimal. Tandas Dedi.

Kasi vidum menambahkan, sudah menerima Tim penyidik sebanyak Tujuh orang dari Tim kuasa hukum Brigadir J. Dalam kaitan gelar awal.

“Kita ketahui bersama beberapa hari yang lalu, keluarga Brigadir J menyampaikan laporan Polisi terkait dugaan sebagaimana dimaksud oleh Pasal 340 KUHP juncto Pasal 338 juncto Pasal 351 ayat 3 KUHP juncto Pasal 55 tentang penyertaan juncto Pasal 56 tentang perbantuan.

Lebih lanjut, Kasi Vidum memaparkan, Oleh karena itu menindak lanjuti laporan polisi tersebut, sudah kita laksanakan gelaran awal bersama Tim penyidik dan saat ini masih berlangsung proses klarifikasi, sambungnya.

“Berdasarkan hasil pertemuan dengan pihak pengacara, Dir. Vidum juga menjelaskan. Dalam awal pertemuan tadi, Pihak Keluarga Brigadir J meminta untuk melakukan Ekshumasi atau Autopsi ulang.

Secara resmi suratnya sudah diterima dan tentunya akan segera ditindaklanjuti dengan cepat dan berkoordinasi dengan rektoran Forensik tentunya akan melibatkan unsur-unsur di luar Kedokteran Forensik Polri termasuk juga Persatuan Kedokteran Forensik Indonesia dan Kompolnas atau Komnasham akan saya Komunikasikan” Ujarnya.

Untuk menjamin bahwa ekshomasi nanti bisa berjalan lancar dan juga hasilnya Valid . Kemudian juga sebagaiman diawali oleh Kadiv. Humas beberapa bukti baru ini dalam proses di laboratorium Forensik untuk kita lihat karena tentu penyidik memperoleh dari beberapa sumber.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan singkroniasasi dan kalibrasi waktu kadang-kadang ada tiga CCTV di satu titik yang sama tapi waktunya bisa berbeda-beda , tentu ini melalui proses yang di jamin legalitas nya jadi bukan berdasarkan maunya Penyidik tetapi berdasarkan metadata dari CCTV.

Polri Akan mengupdate kembali jadwalnya, terutama berkaitan dengan masalah Ekshumasi. Secepatnya karena kita juga mengantisipasi terjadinya proses pembusukan terhadap mayat, Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.