Tradisi ”Betetulak”.Wali Kota Mataram Mendapat Gelar Pengeraksa Buana

Kota Mataram, NTB- Bertempat di Gedeng Kemaliq Rembiga Jl. Jend. Sudirman Gang Mentawai, Rembiga Timur Wali Kota Mataram diberikan gelar Pengeraksa Buana dalam Acara Ritual Betetulak dan peresmian Kemaiq Gedeng Rembiga Kerekok, Selasa (09/07/2022).

Hadir dalam Kesempatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Camat Selaparang, Lurah Rembiga, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Dan Tokoh Masyarakat. Masyarakat di Kelurahan Rembiga Kota Mataram memiliki tradisi Betetulak untuk menyambut tahun baru Islam yang jatuh setiap tanggal 1 bulan Muharram tahun Hijriah.

Tradisi tersebut telah berlangsung sejak abad ke–XVI sampai sekarang. Betetulak juga dipercaya sebagai sebuah tradisi untuk menolak bala. Gelar Pengeraksa buana adalah keberadaan Wali Kota sebagai Datu Penguasa Mataram, dan sebagai simbol dipasangkan.

“Tali Umbak” bahwa Masyarakat adat rembiga membutuhkan pengayoman, perlindungan dan pengembangan masyarakat dengan segala adat budaya yang dimiliki yang diamanahkan kepada Wali Kota Mataram.

Mengawili sambutannya Wali Kota Mataram menjelaskan Sebagaimana diketahui, Betetulak adalah salah satu nilai kearifan lokal yang telah ada sejak masuknya Islam di Lombok yang dibawa oleh Sunan Prapen pada masa berjayanya kerajaan Selaparang.

Pada waktu itu Sunan mendidik 6 santri, salah satunya Ratu Ambiyak yang kemudian bermukim di wilayah Kerekok atau di Rembiga saat ini. Lebih lanjut Wali Kota juga menyampaikan Beberapa ritual yang dilaksanakan sepanjang pelaksanaan tradisi Betetulak ini memiliki makna yang sangat dalam.

Satu nilai yang patut kita ingat adalah agar kita tidak menjadi kacang yang lupa akan kulitnya, artinya setinggi apapun kita terbang, kita tidak lupa akan asal-usul kita.

“saya berharap ke depan tradisi ini bisa terus dilestarikan. Tidak saja sebagai suatu selebrasi yang meriah, namun lebih dari pada itu untuk menjaga kelestarian adat istiadat dan nilai-nilai budaya yang kita anut sebagai identitas diri yang patut kita banggakan”. Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.