Ungkap Kasus Begal dan Pemerkosaan Nyaris Jadikan Target

Lombok Timur – Pelaku komplotan begal dan pemerkosa di Lombok Timur yang sempat menghebohkan warga beberapa waktu yang lalu. Pelaku yang diketanui bernama Z Als Zul (42) asal Dusun Toron, Desa Gereneng Timur, Kecamatan Sakra Timur, Lotim terpaksa ditembak tim Satreskrim Polres Lombok Timur ketika melawan saat hendak ditangkap, Rabu (21/9/2022) lalu.

Dalam aksinya komplotan begal ini terbilang cukup sadis. Selain merampas harta benda, mereka juga memperkosa korbannya. Bahkan, tak segan-segan membunuh apabila korbannya melawan.

Selain sebagai eksekutor, Zul bersama tiga rekan lainnya menjadi dalang aksi kejahatan jalanan di sekitar wilayah hukum Lombok Timur. Dimana berdasarkan hasil laporan sejumlah korban terdapat 3 lokasi yang menjadi aksi kejahatan mereka dan menjadi atensi aparat kepolisian setempat.

“Pelaku ini merupakan target dan telah masuk menjadi Daftar Pencarian Orang, “ungkap Kasat Reskrim Polres Lombok Timur Iptu M Fajri.

Fajri menjelaskan, aksi pelaku ini dilakukan di beberapa lokasi, seperti Dusun Tirtanadi, Desa, Kecamatan Labuhan Haji, Jalan Raya Dusun Peneda Gandor, Desa Peneda Gandor, juga di BTN Jorong, Lingkungan Kelayu, Kecamatan Selong, Lombok Timur yang dilakukan pada malam hari yang berjumlah 4 orang.

“Pelaku ZUL menjadi eksekutor yakni mendobrak pintu dan masuk kedalam rumah korban. Sedangkan pelaku Acun menodong korban sambil menanyakan dimana korban menaruh barang berharga,” kata Fajri.

Setelah pelaku berhasil masuk sambungnya, pelaku lainnya menggeledah rumah korban dan berhasil mengambil barang berharga korban berupa 2 buah HP, uang tunai sebesar Rp. 1,5 juta.

Selain itu kata Fajri, TKP selanjutnya yang dilakukan pelaku di Peneda Gandor, korbannya merupakan salah seorang karyawan Toko Yara.Saat itu, korban yang baru pulang kerja malam hari dengan mengendarai sepeda motor miliknya.
Setiba dijalan sepi di perbatasan Peneda Gandor dan bertepatan jalan rusak muncul satu orang pelaku dari semak-semak pinggir jalan dan langsung loncat ke atas sepeda motor korban.

“Pelaku menodongkan pisau dileher korban dan memerintahkan korban turun dari kendaraan, selanjutnya pelaku memaksa korban menyerahkan barang berharga miliknya berupa kalung, cincin dan HP, setelah mendapat barang yang diinginkan, para pelaku berusaha memperkosa korban dibawah ancaman senjata tajam,” jelasnya.

Untungnya, aksi para pelaku untuk memperkosa korban tak berhasil lantaran ada warga lain yang melintas dan berusaha berteriak meminta tolong. Pelaku pun lalu kabur ke arah persawahan.

Peristiwa selanjutnya menimpa seorang ibu rumah tangga. Saat itu, pelaku tiba-tiba muncul dibelakang korban yang tengah membuat kue diruang tengah rumahnya. Kejadian itu terjadi malam hari. Para pelaku langsung menodongkan parang ke leher korban agar korban tidak berteriak dan melawan.

“Setelah memperkosa, para pelaku sadis ini mengambil harta benda milik korban berupa satu unit HP dan uang tunai milik korban. Korban tak bisa melawan karena dibawah ancaman senjata tajam dari para tersangka ini,” Tandasnya.

Dari hasil penangkapan itu, polisi mengamankan 4 buah HP milik korban diamankan dari tangan pelaku Zainul, 2 bilah parang, 1 unit sepeda motor Vario yang digunakan pelaku dalam menjalankan aksinya.“atas kejadian ini, Pelaku terancam hukuman 12 tahun,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *