Tradisi kawin culik langgengkan perkawinan anak

Lombok Timur – Pernikahan usia anak di bawah umur 19 tahun menjadi masalah besar di Indonesia. Pernikahan usia anak yang sudah diatur dalam Undang-Undang nomor 16 tahun 2019 adalah 19 tahun. Sementara ini, banyak sekali ditemukan anak-anak yang menikah di bawah usia tersebut.

Hal itu tidak luput dari perhatian pemerintah Kabupaten Lombok Timur, mengingat pernikahan usia anak dapat berisiko meningkatkan kasus stunting pada bayi baru lahir, angka kematian, angka kemiskinan, termasuk putus sekolah.

Terkait itu, digelar Rapat Koordinasi pencegahan Pernikahan Usia Anak dalam Upaya Penurunan Stunting dan Sukses Wajib Belajar 12 Tahun. Dalam kesempatan tersebut dilakukan pula Penandatangan Perjanjian Kerja Sama Bupati Lombok Timur dan Ketua Pengadilan Agama Selong Tentang Perlindungan Hukum terhadap Anak. Jum’at 11/11/2022.

Bupati Sukiman Azmy pada acara tersebut mengaku miris melihat kondisi saat ini. Ia menilai banyak pihak kurang menunjukkan kepeduliannya terhadap pencegahan Perkawinan usia anak tergolong masih membutuhkan pendidikan, “Semua acuh tak acuh untuk terlibat langsung terhadap pencegahan Perkawinan culik,” ungkapnya.

Karena itu Bupati meminta agar meningkatkan konsolidasi dan koordinasi. Hal tersebut disampaikan terkait target Perkawinan Usia Anak dan Stunting Nol (Pasno) 2023 mendatang. Diingatkannya pula pentingnya konsultasi untuk susksesnya Pasno.

Bupati mengapresiasi sinergi dan kolaborasi semua pihak, termasuk melalui kegiatan yang berlangsung di Rupatama 2 tersebut. Menurutnya, “Apa yang kita laksanakan pada hari ini merupakan lompatan yang kesekian. Bagaimana ikhtiar agar semua berkolaborasi, bersinergi, untuk melaksanakan hal-hal nyata,” kata Sukiman. Langkah ini diharapkan mengukuhkan kerjasama agar memperoleh hasil yang prima dan lebih baik.

Tradisi Sasak disebut Kawin culik merupakan tradisi lombok, Apabila telah di bawa cewek kawin culik kerumah keluarga lelaki, setelah itu akan ada pemberitahuan antar kadus masing-masing desa kemudian melakukan mufakat, kalau mufakat atau musyawarah telah disetujui oleh kedua belah pihak keluarga, maka terlaksana nikah atau nobat.

Kadus Suparlan selaku warga Sambelia juga menanggapi. Perkawinan culik di Lombok terkadang dibolehkan karena ada alasan tertentu, akan tetapi bagi sebagian warga menghindari perkawinan culik, namun ada alasan mengapa kawin culik dilakukan karena akibat dari tidak disetujui hubungan kedua belah pihak laki-laki dan perempuan dan kadang kecelakaan karena sama-sama mempertahankan rasa cinta satu sama lain.

Ini sangat memperihatinkan karena minimnya ajaran orang tua sehingga harus dinikahkan si anak karena hal ini sebetulnya berbahaya. Apalagi telah di jelaskan oleh Dr. Heron bahaya yang akan ditanggung di anak kalau melakukan kawin culik utamanya dibawah umur 19 tahun, sangat patal”Ucapnya.

Menurut dokter. Kandungan Dr. Heron , ketika belum matang, maka cukup bahaya dan fungsi reproduksinya akan terganggu seperti indung telur, rahim dan lainnya. “Jadi dianggap belum siap untuk menerima kehamilan. Kadang masih ada gangguan saat haid. Berdasarkan hasil penelitian, berhubungan seks pada usia anak-anak bisa berisiko kanker serviks. “Berhubungan seksual lebih dini angka risiko akan meningkat,” ujarnya.

Dari hasil survey membuktikan angka tertinggi kawin culik terbesar di Lombok Timur sehingga Pemerintah Daerah berupaya penuh untuk menanggulangi persoalan ini terutama rentan bagi kaum hawa yang masih menginjak umur di bawah 19 tahun.

Jika A membawa kawin culik si B 80% si B mau diajak kawin culik karena berpengaruh terhadap lingkungan pergaulan anak sehingga orang tua harus mengawasi Perkembangan anak. Apalagi masih membutuhkan perhatian orang tua, sehingga sangat berperan aktif orang tua yang memiliki pendidikan tinggi untuk mengurusi anak-anak nya. Kalau sudah kawin culik 100% anak tersebut tidak bisa diambil kalau diambil sama Artinya akan merusak mental anak tersebut,”Ucapnya.

Sampai 3 bulan kebanyakan cerai karena bisa dikatakan pola pikir anak masih pendek. Angka kawin cerai anak di Lombok timur terbilang tinggi, Faktor tersebut bisa mengakibatkan putusnya sekolah, terlantar, harus jadi TKI, ini hal yang memperihatinkan di Lotim. Kalau sudah cerai belum tentu mantan isteri atau anak di nafkahi kembali.

Bupati Lombok Timur H.Sukiman Azmi berpesan. “Peran orang tua sangat penting dan bermakna membimbing anaknya untuk terus sekolah, bagi ibu-ibu jangan takut anak tidak ada biaya zaman sekarang sudah banyak peluang beasiswa bagi anak yang kurang mampu hingga ke jenjang S3. Beasiswa Gubernur di buka mulai dari S1 jadi jangan takut untuk menyekolahkan anak-anaknya,”Terangnya..

Kepala Dinas P3AKB Lombok Timur Ahmad mengingatkan Nusa Tenggara Barat berada di rangking ke-7 dari 34 provinsi terkait angka pernikahan anak. Di Lombok Timur angkanya juga mengalami peningkatan. Karenanya ia berharap semua komponen dapat ikut bergerak mewujudkan Pernikahan Anak dan Stunting Nol (Pasno) tahun 2023. Diharapkannya pula adanya Perdes pencegahan stunting.

Pada kesempatan tersebut dilakukan pula Penandatanganan Komitmen bersama stakeholder terkait guna pencegahan pernikahan usia anak. Acara tersebut dihadiri pula Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) seperti LPA Lombok Timur, LBH APIK, LPSDM NTB, dan Institut KAPAL Perempuan.

Sekali lagi, kasus tersebut merupakan yang terlaporkan. Sedangkan yang terjadi di bawah tangan lainnya dipastikan lebih banyak. ’’Melihat rata-rata usianya, tentu tidak ada yang mendapat dispensasi. Semua selesai dengan proses agama,” jelasnya.

Artinya, mereka baru sebatas menikah secara agama. Sebab, secara negara, pernikahan hanya dilakukan dengan batas usia minimal 19 tahun.

Seperti yang telah diungkapkan oleh warga desa Sambelia yang pernah menikahkan anaknya, Haeruman mengatakan pemicu Perkawinan usia anak di bawah kelaziman itu bisa berakibat fatal termasuk KDRT karena minimnya pemahaman antara suami dan isteri atau bisa dikatakan menikah pada saat masih membutuhkan pendidikan sangat berdampak pada perceraian.

Kepala DP3AKB Lotim Asrul Sani membenarkan bahwa kasus yang terlaporkan hanya sebagian kecil dari kasus pernikahan anak yang terjadi di Lotim. Dia menuturkan, berdasar data angka kelahiran menurut umur yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Lombok Timur pada 2019, terdapat 289 ibu melahirkan yang berusia di bawah 20 tahun.

Artinya, jumlah kasus pernikahan anak pada tahun itu mencapai ratusan. ’’Apalagi tahun ini. Jumlahnya bisa mencapai ratusan juga,” kata Asrul.

Adat kawin culik dalam Suku Sasak memang menjadi salah satu faktor yang membuat pernikahan dini tak bisa dicegah. Karena secara psikologis, perempuan yang sudah dibawa lari oleh laki-laki ke rumahnya akan menjadi aib tersendiri jika dipulangkan atau dibatalkan proses pernikahannya.

’’Jadi, rasanya sia-sia berbagai penyuluhan kepada siswa yang sudah kita lakukan selama ini,” terangnya.

Fasilitator Advokasi Buruh Migran Indonesia (ADBMI) Lotim Fauzan menerangkan, kasus buruh migran, perceraian, dan pernikahan dini merupakan satu mata rantai permasalahan sosial yang selama ini terjadi di Lotim. Dia menuturkan, sebagian besar anak yang melakukan pernikahan dini adalah keluarga pekerja migran Indonesia (PMI).

Terpisah, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA Lenny N. Rosalin membeberkan bahwa ada peran strategis perempuan di tingkat desa. ”Kami yakin perempuan-perempuan champions (pegiat perempuan andalan, Red) di desa masing-masing bakal mampu bergerak untuk mencegah perkawinan anak,” ujarnya.

Lenny menyatakan, ada 22 provinsi yang angka pernikahan dininya di atas angka nasional. Itu menurut survei BPS 2019 terhadap perempuan usia 20 sampai 24 tahun yang sudah menikah pada usia di bawah 18 tahun.

Secara nasional, angka pernikahan dini mencapai 10,82 persen. Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang pernikahan dininya di atas angka nasional. Sementara itu, DKI Jakarta dan Jogjakarta menjadi provinsi terendah angka pernikahan usia anak.

Habibulloh, S.Pd selaku Pemerhati Anakj juga mengatakan, pada Pernikahan anak, dengan terbitnya undang-undang terbaru bahwa, pernikahan usia anak harus genap 19 tahun baru boleh menikah secara agama.

Kalau dalam Islam, jika seorang laki-laki dan wanita sudah balig, maka tidak ada masalah dia menikah sepanjang sama suka, tapi yang menjadi persoalan ketika berpatokan pada hukum Negara maka, syaratnya harus minimal 19 tahun, kalau kurang dari 19 tahun, harus melalui jalur pengadilan,”Tegasnya.

Ditambahkan, banyak faktor penyebab, bisa karena faktor Pendidikan, lingkungan keluarga dan juga faktor pergaulan. Kalau anak usia pelajar SMP, terjadi pernikahan dini biasanya kebanyakan karena faktor kecelakaan (kumpul kebo).

Untuk menanggulanginya perlu meningkatkan peran orang tua sebagai wadah anak berbagi, meningkatkan peran tokoh masyarakat dan tokoh Agama agar di Sosialisasikan, manfaat dan mudarat bagi perkembangan anak sesuai kasusnya.

Jikalau sudah terlanjur mau bagaimanapun harus di nikahkan, tetapi yang paling penting peran Keluarga, tokoh Masyarakat dan tokoh Agama untuk di sosialisasikan tentang mudaharat Pernikahan dini tersebut, ujarnya.

Ditambahkan, daerah yang sering terjadi perkawinan culik sebagian besar di Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Karena faktor orang tua berpendidikan rendah penyebab kurangnya perhatian orang tua kepada anak tersebut, faktor lingkungan, dikarenakan masyarakat menganggap perkawinan culik itu biasa dan bukan sebagai aib. Faktor pendidikan, rendahnya tingkat pendidikan anak tersebut.

Kendala yang di hadapi biasanya tidak mau di hadiri oleh pengurus KUA Kecamatan dan aparat Desa serta tidak mendapatkan buku nikah.

Habibulloh, S.Pd menanggapi bahwasanya, Pernikahan anak adalah pilihan, semua mempunyai risiko dan kesimpulannya, menurut agama. Pernikahan adalah Sunnah Rasulullah dan Allah SWT tidak menyukai orang yang hidup membujang padahal mampu untuk menikah. Pernikahan anak di bawah umur juga terjadi karena orang yang mau dinikahkan telah menjalin hubungan di luar nikah dan pegawai KUA terpaksa menikahkan, terangnya”.

Selain dilakukan oleh pemerintah, upaya pencegahan perkawinan anak juga dilakukan oleh PKBI NTB dan UNICEF melalui program Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat dan Anak. Partisipasi yang dilakukan berupa kampanye stop perkawinan anak di 80 sekolah dan komunitas remaja atau forum anak dampingan program di pulau Sumbawa. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menggandeng Bappeda, DP3A2KB, Dikbud dan Dinkes yang pada dasarnya merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah yakni Kabupaten Layak Anak.

Libatkan Lintas Agama, STQH di Lombok Barat Dinilai Paling Meriah

Lombok Barat, NTB – Rangkaian Kegiatan STQH di Lombok Barat, dengan melibatkan lintas agama, menurut banyak pihak yang paling meriah di Lombok Barat.

Kapolres Lombok Barat AKBP Wirasto Adi Nugroho, SIK mengapresiasi atas komitmen Masyarakat Lombok Barat dalam menjaga persaudaraan dan kebersamaan di Lombok Barat, Rabu (30/11/2022).

“Peran lintas agama ini tidak hanya terlihat dari antusias dalam menghadiri setiap rangkaian kegiatan untuk meramaikannya. Tetapi juga menampilkan ciri khas tradisi dan budaya masing masing, sehingga menampilkan warna keanekaragaman di Lombok Barat,” ungkapnya.

Menunjukan bahwa Masyarakat Lombok Barat dengan berbagai keanekaragaman tradisi, adat budaya, selalu hidup berdampingan dengan rukun dan damai. Salah satunya adalah dalam penampilan tradisi presean dalam STQH ini, yang merupakan salah satu tradisi kebanggaan Masyarakat Lombok pada umumnya.

“Ini tentunya mencerminkan Kerukunan antar umat di Lombok Barat terjalin dengan sangat baik. Merupakan gambaran nyata, bahwa Masyarakat Lombok Barat menginginkan kerukunan, dalam kedamaian tetap terjaga,” ungkapnya.

Kemeriahan dalam Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) Lombok Barat di Kecamatan Lembar, berkat dukungan dan keterlibatan serta antusias berbagai elemen Masyarakat untuk menyukseskannya.

Menurutnya, ini juga menujukkan bahwa Masyarakat juga sangat berperan dalam setiap penanganan konflik sosial di Masyarakat telah berjalan dengan sangat baik. Demikian juga dalam langkah-langkah pencegahan, dengan mengedepankan rasa persaudaraan.

“Faktanya seperti itu, seperti yang kita lihat dalam pelaksanaan STQH di Lembar, seluruh lapisan Masyarakat begitu antusias untuk mensukseskannya. Termasuk juga dalam pelibatan lintas agama, yang turut berpartisipasi,” tandasnya.

Cegah PMK, Polsek KP3 Tano Lakukan Penyekatan Hewan

Sumbawa Barat – Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Tano (KP3) melakukan penyekatan hewan ternak di wilayah NTB, khususnya dari Sumbawa Barat (Provinsi NTB) terkait penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kapolres Sumbawa Barat AKBP Heru Muslimin S. Ik., M. IP melalui Kasi humas IPDA Eddy Soebandi, S. Sos kepada media ini mengatakan, untuk mencegah terjadi PMK, pihaknya membangun posko penyekatan hewan ternak sebanyak 1 posko di pelabuhan Poto Tano.

Ia menjelaskan, jumlah personil posko penyekatan hewan ternak sebanyak 3 personil, terdiri dari 2 Polri dan 1 TNI. Dia juga menambahkan, posko penyekatan hewan ternak yang menuju ke pulau Lombok melalui pelabuhan penyebrangan Ferry Poto Tano dilakukan pemeriksaan muatan kendaraan truk yang melintas.

Dia menjelaskan, kegiatan itu dilakukan, pada Jumat, 29 November 2022 dari pukul 10.00 s/d 13.31 Wita telah dilaksanakan penyekatan hewan ternak terkait PMK di wilayah Pelabuhan Poto Tano dengan memantau penyemprotan otomatis Disinfektan untuk mencegah PMK terhadap kendaraan yang melintasi portal jalur bongkaran. “Sementara ini tidak di temukan kendaraan Truk atau sejenisnya yang bermuatan hewan,” tutup Eddy.

Bhabinkamtibmas Desa Tongo Hadiri Sosialisasi dan Penggalangan Komitmen dan Penerapan Integrasi Pelayanan Prima

Sumbawa Barat_Bhabinkamtibmas Desa Tongo Bripka Sarjono anggota polsek sekongkang menghadiri pertemuan lintas sektor dalam rangka sosialisasi dan Penggalangan komitmen bersama tentang Penerapan Integrasi pelayanan prima bertempat di Aula Kantor Desa Tongo Kecamatan Sekongkang Kabupaten Sumbawa Barat.

” Dalam kegiatan tersebut di hadiri oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat,Camat Sekongkang,Kepala Desa Tongo, Ai Kangkung, Tatar dan Talonang, Puskesmas Tongo,Bhabinkamtibmas Desa Ai’kangkung dan Tongo, Bhabinsa Desa Tongo dan Tatar,Agen PDPGR, Staf Desa serta Kader Posyandu ” kata Kapolres Sumbawa Barat AKBP Heru Muslimin S.IK.MIP melalui Kasi Humas IPDA Eddy Soebandi, S.Sos pada rabu (30/11/22).

Eddy mengatakan,dalam kesempatan tersebut Bhabinkamtibmas Desa Tongo memberikan imbauan kepada warga binaannya agar waspada terhadap cuaca yang eksrtim atau tidak menentu karena sudah memasuki musim penghujan,jaga kebersihan lingkungan tetap terjaga agar terhindar dari penyakit.

” Warga agar selalu bergotong royong dalam membersihkan lingkungan setempat,seperti selokan yang tersumbat, genangan air dan sampah dari rumah tangga.Agar tidak menimbulkan munculnya jentik nyamuk Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah.” tuturnya

Selain itu juga, Bhabinkamtibmas mengajak agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar wilayah tetap kondusif,apabila terjadi hal-hal yang tidak di inginkan agar melaporkan ke bhabinkamtibmas atau polsek terdekat.

Miliki Sabu, Dua Orang Pria diamankan Tim Cobra Polres Loteng

Lombok Tengah, (NTB) – Tim Cobra Satuan Resnarkoba Polres Lombok Tengah menangkap dua orang pria di tempat yang berbeda terkait kepemilikan narkotika jenis sabu.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Irfan Nurmansyah, SIK., MM melalui Kasat Narkoba IPTU Hizkia Siagian, SIK., Selasa, di Praya mengatakan bahwa penangkapan kedua terduga pelaku merupakan hasil menindak lanjuti informasi dari masyarakat.

“Tim mengamankan ES (33) asal Kecamatan Batu Kliang Utara diamankan di rumahnya Senin (28/11) sedangkan M (46) warga Kecamatan Praya Timur diamankan saat sedang melakukan transaksi di tengah sawah Selasa (29/11),” kata Hizkia.

Hizkia menuturkan, dari tangan terduga pelaku ES petugas berhasil menyita barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,75 gram beserta satu buah dompet warna coklat.

Sedangkan untuk terduga M petugas berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,75 gram beserta satu HP merk OPPO warna biru, serangkaian alat hisap dan uang tunai sejumlah Rp. 210.000 -(Dua ratus sepuluh ribu rupiah).

“Kini kedua terduga pelaku sudah diamankan di Mapolres Lombok Tengah guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kasat Narkoba.

IPTU Hizkia juga menambahkan bahwa pengungkapan yang dilakukan oleh pihaknya dilaksanakan dalam rangka cipta kondisi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru tahun 2022.

Sat Resnarkoba Polres Sumbawa Amankan Pelaku Narkoba Di Utan

Sumbawa Besar-NTB, Satuan Reserse Narkotika Polres Sumbawa Polda NTB dalam kegiatan Operasi Antik Rinjani 2022 mengamankan seorang pelaku narkotika jenis sabu bertempat di Desa Motong Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa, Senin (28/11/22) pukul 09.00 Wita.

Kapolres Sumbawa AKBP Henry Novika Chandra S.I.K, MH., melalui Kasi Humas AKP Sumardi S.Sos, membenarkan dan menyampaikan penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat bahwa di tempat kejadian perkara (TKP) tersebut sering dilakukan penyalahgunaan narkotika.

“Berbekal informasi tersebut, Personel Sat Resnarkoba yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Iptu Malaungi SH, MH., kemudian melakukan penyelidikan mendalam sehingga berhasil mengetahui keberadaan pelaku dan langsung dilakukan penggerebekan, Saat dilakukan penggeledahan dan pemeriksaan petugas menemukan 1 poket narkotika jenis sabu dengan berat bruto 1,17 gram dari bawah jok motor jenis Nmax milik pelaku.” ucap Kasat.

Sambungnya, pelaku sendiri di ketahui berinisial MT alias H (38) warga Dusun Perung Desa Motong Kecamatan Utan yang berprofesi sebagai petani.

Pada saat ini pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polres Sumbawa untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” tutup Kasi Humas mengakhiri keterangan.

Sambangi Sekolah, Polsek Batulanteh Himbau Bijak Gunakan Medsos

Sumbawa Besar-NTB, Perkembangan teknologi saat ini begitu pesat dan luas, hal ini menyebabkan berbagai kalangan mulai dari yang tua hingga muda dapat dengan mudah mengakses segala informasi dari dunia maya, baik itu hal positif maupun juga hal-hal negatif.

Menyikapi perkembangan sosial media saat ini dan kepedulian terhadap generasi muda, Polsek Batulanteh melalui Kanit Binmas Aipda I Kadek Deni Darsika Wibawa SH, sambangi sekolah SMPN 1 Batulanteh untuk berikan himbauan terkait penggunaan media sosial khususnya dikalangan pelajar, Selasa (29/11/22) pagi.

Dalam kegiatan tersebut, Aipda Kadek Deni memberikan himbauan dan penekanan kepada para pelajar agar lebih bijak menggunakan media sosial , dirinya mengingatkan untuk tidak mengakses hal -hal negatif, tidak gampang share berita atau informasi yang belum tentu benar hingga melakukan tindakan pelanggaran hukum karena dapat dijerat undang-undang ITE.

Sementara itu, ditempat terpisah Kapolres Sumbawa AKBP Henry Novika Chandra S.I.K, MH., melalui Kasi Humas AKP Sumardi S.Sos mengatakan apa yang dilakukan personel Polsek Batulanteh adalah bentuk kepedulian terhadap generasi muda dan bentuk pencegahan agar generasi muda tidak terjerumus dalam hal-hal negatif di dalam dunia media sosial.

“Himbauan dan sosialisasi ini harus dilakukan sehingga kalangan remaja dapat bijak dalam menggunakan medsos, menggunakan bahasa yang wajar dan sopan serta tidak saling memprovokasi atau menebar ujaran kebencian, baik pribadi, kelompok, ataupun golongan karena aturan dalam media sosial sudah diatur dalam UU ITE sehingga bisa berujung pada tindakan hukum,” katanya.

Penanganan Konflik Sosial di Lombok Barat, Dimulai dari Hulu ke Hilir Cegah Terjadinya Sumbatan Informasi

Lombok Barat, NTB – AKBP Wirasto Adi Nugroho, SIK selaku Kapolres Lombok Barat mengedepankan pencegahan dalam Penaganan Komplik Sosial di Wilayahnya.

“Dengan berbagai keanekaragaman agama dan budaya yang dimiliki sehingga perlu merangkul semua elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Lombok Barat. Sehingga memperkuatnya dengan menjalin silahturahmi bersama para tokoh dan Masyarakat, bahkan menggandeng FKUB,” ungkapnya, Selasa (29/11/2022).

Menurutnya, untuk mewujudkannya dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan serta menerima masukan-masukan dari Masyarakat. Menerima sekecil apapun informasi yang berdampak kepada potensi Komplik sosial di tengah Masyarakat.

“Karakteristik Masyarakat Lombok Barat begitu kompleks, sehingga memerlukan hubungan komunikasi yang kuat. Sehingga tidak ada lagi sumbatan-sumbatan komunikasi, yang berpotensi kepada Konflik Horizontal di Tengah Masyarakat,” jelasnya.

Menurtnya yang perlu menjadi perhatian, tidak hanya Potensi Konflik antar kelompok atau golongan, namun juga menwaspadai terjadinya ancaman konfik internal kelompok atau golongan itu sendiri.

“Sehingga melalui upaya-upaya pencegahan yang memulainya dari hulu ini, dengan mekanisme pendeteksian konflik sebagai bagian dari penyelesaian konflik itu sendiri. Yang kemudian bermuara kepada Situasi Kamtibmas yang kondusif, seperti yang kita semua harapkan,” katanya.

AKBP Wirasto Adi Nugroho mengakui bahwa, dari Penanganan Konfilk Sosial di Wilayah Hukum Polres Lombok Barat, tidak terlepas dari campur tangan semua pihak.

“Yang menginginkan Lombok Barat tetap rukun, damai, yang berlandaskan dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan,” tandasnya.

Terkait dengan Program Jumat Besemeton yang sedang gencar Polres Lombok Barat lakukan ini, akan terus melakukannya.

“Sebagai bentuk Komitmen kami, dan akan terus meningkatkannya hingga tingkat Kapolsek, bahkan saya perintahkan hingga ke Bhabinkamtibmas. Untuk tetap hadir ditengah Masyarakat, menyerap informasi dan masukan-masukan dari Masyarakat,” tandasnya.

Disematkan Brevet Hiu Kencana TNI AL, Kapolri: Kekuatan Sinergitas Jaga Kedaulatan Bangsa Indonesia

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendapatkan wings atau brevet kehormatan Hiu Kencana dari keluarga besar TNI Angkatan Laut (AL) di Dermaga 100 Jakarta Utara.

“Hari ini kami semua mendapatkan kehormatan untuk mendapatkan penyematan wings Hiu Kencana,” kata Sigit di atas KRI Alugoro-405, Senin, 28 November 2022.

Sigit menegaskan, dengan adanya penyematan brevet Hiu Kencana dari TNI AL, merupakan kehormatan bagi keluarga besar Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

“Dimana wings hiu kencana ini diberikan khusus kepada anggota Angkatan Laut yang memiliki spesifikasi khusus sehingga bisa terpilih untuk mengendalikan kapal selam,” ujar Sigit.

Menurut Sigit, penyematan wings Hiu Kencana juga sebagai wujud dari terjaganya komitmen sinergitas dan soliditas antara TNI dan Polri dalam menjaga kedaulatan Bangsa Indonesia.

“Tentunya bagi kami, Polri, ini menjadi kehormatan dan tentunya menjadi kekuatan untuk terus meningkatkan sinergi dan soliditas antara TNI dan Polri,” ucap Sigit.

Selain menjaga kedaulatan, kata Sigit, TNI dan Polri akan terus berkomitmen menjaga keselamatan rakyat Indonesia dari segala bentuk ancaman yang mengganggu.

“Menjaga kedaulatan dan menjaga keselamatan masyarakat, bangsa dan negara menjadi lebih baik,” tutup Sigit.

Salurkan Bansos BLT,Bhabinkamtibmas Desa Tatar Berikan Beberapa Imbauan Kepada Warganya

Sumbawa Barat_Bhabinkamtibmas Desa Tatar Bripka Syamsul Bahri anggota Polsek Sekongkang melaksanakan pendampingan kepada petugas POS Indonesia penyerahan bantuan BLT BBM, BPNT dan PKH Pusat. Bertempat di Aula kantor Desa Tatar Kecamatan Sekongkang Kabupaten Sumbawa Barat.

“Penyerahan bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang menerima manfaat yang dilakukan oleh Kepala Desa Tatar dan Petugas POS yang didampingi oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas ” kata Kapolres Sumbawa Barat AKBP Heru Muslimin S.IK.MIP melalui Kasi Humas IPDA Eddy Soebandi Adirejo, S.Sos pada sabtu (26/11/22).

Eddy mengatakan,warga yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat tersebut melalui Pemerintah Desa semoga bisa bermanfaat, dan digunakan sesuai keperluannya serta bisa meringankan beban bagi warga.

“Bhabinkamtibmas Mengajak kepada warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19,dan juga mengajak untuk Pengawasan bersama terhadap aktivitas masyarakat dalam mencegah hal-hal yang tidak di inginkan.” jelasnya

Lanjutnya,mengajak kepada seluruh Komponen masyarakat untuk sama-sama meningkatkan kewaspadaan di lingkungan tempat tinggal.Serta mengingatkan kepada warga masyarakat untuk tetap mengikuti kegiatan Vaksinasi Covid 19.Juga melakukan pengawasan terhadap keluar masuk Ternak di dalam Desa mengingat Penyakit Mulut dan Kuku terhadap ternak seperti Sapi dan Kerbau sudah mulai banyak.

” Dimusim penghujan warga agar selalu mengantisipasi terjadinya bencana seperti banjir dan pohon tumbang mengingat tingginya curah hujan.Dan apabila ada persoalan ditengah-tengah masyarakat untuk dapat melakukan koordinasi bersama Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa setempat” tuturnya.