dr. Ramses Indriawan Sp.B, Subsp.Onk (K) : Langkanya dokter Bedah Onkologi di NTB, Itupun Hanya Dua Orang di RSUP NTB

Lombok Barat | cantiknews.com – Kesungguhan pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat dalam pembangunan kesehatan diharapakan bersinergi dengan banyak pihak. Acara berlangsung di hotel Merumata Senggigi. Jum’at, (17/03/2023).

Sementara itu, ketua panitia PIT PERABOI XXVI 2023, dr Ramses Indriawan mengatakan, tema “Peran Bedah Onkologi Dalam Pelayanan Kanker di Era JKN Satu Tarif ” diusung untuk bisa mengantisipasi perubahan regulasi dalam meningkatkan profesionalisme pelayanan bedah onkologi.

“Kegiatan ini berupa Workshop, Symposium, Bakti Sosial, Lomba Makalah Ilmiah serta Musyawarah Nasional Luar Biasa yang akan berlangsung lima hari”, jelasnya.

dr. Ramses Indriawan, Sp.B Subsp. Onk (K), Ketua PERABOI Cabang Nusra mengatakan, pertemuan di Lombok spesial karena merupakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) pertama yang diselenggarakan di daerah Nusa Tenggara Barat dan sekaligus untuk refreshing dan healing rekan dokter.

Ditambahkannya, sampai saat ini sebagian besar pasien kanker yang menemui dokter bedah onkologi datang kebanyakan pada stadium III atau IV. Kasus-kasus terlambat seperti ini seringkali membutuhkan tindakan pembedahan yang kompleks dan terkadang membutuhkan lebih dari satu tindakan dalam sekali operasi. Hal ini berpotensi menjadi masalah karena dalam skema pentarifan tindakan bedah onkologi di sistem BPJS.

PERABOI Nusra gabungan antara Nusa tenggara barat dengan Nusa tenggara timur Krn anggotanya belum banyak. PERABOI (Pehimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia) berdiri sejak tahun 1985 saat ini kurang lebih beranggotakan 250 an ditambah 50 an calon anggota yang sedang mengambil sekolah konsultan di seluruh Indonesia, jelasnya.

Image : Sambutan Wagub NTB, Acara berlangsung khidmat

Jumlah ini tentunya masih sedikit dibandingkan jumlah pendududuk Indonesia , sedangkan di NTB hanya dua orang yang bisa melayani tindakan pembedahan dan kemoterapi di bidang ini “Pungkasnya.

Setiap harinya pasien di poliklinik bedah onkologi RSUD Provinsi bisa sampai 100 lebih dan pelayanan kemoterapi setiap hari rata rata 30 orang untuk seluruh kasus. Antrian kemoterapi bisa sampai satu bulan lebih. Ini tentu akan berpengaruh terhadap perjalanan penyakit dan beresiko memperparah penyakit serta memperburuk keadaan pasien.

dr. Ramses Indriawan, Sp.B Subsp. Onk (K) mengemukakan. “Kegiatan ini adalah kegiatan ilmiah Bedah Onkologi terbesar se Indonesia sehingga kumpul di NTB ini even ilmiah mulai dari hari Selasa kegiatan baksos dan Operasi khusus yang belum bisa dilakukan di NTB. Mendatangkan ahli bedah onkologi dari RS Dharmais Jakarta operasi khusus super mikro.

Sambungnya, kemudian hari Rabu dan Kamis workshop pelatihan dokter bedah seluruh Indonesia dalam dua hari di RSUD Provinsi NTB, Kamis malam ada rangkaian ilmiah munaslub dan rangkaian simposium di waktu yang sama, selanjutnya baksos serta pengurus pusat PERABOI mengutus beberapa dokter Bedah onkologi di RSUD Praya tentang penyuluhan awam tentang kanker payudara serta penyuluhan tenaga kesehatan untuk dokter umum serta bidan dilatih untuk deteksi dini kanker. Hadir pula Bunda Niken selaku Ketua TP PKK NTB sebagai Keynote speaker di acara tersebut dan Bupati Lombok Tengah.

“Kegiatan ilmiah yang membawa manfaat tidak hanya tenaga kesehatan namun masyarakat ikut merasakan dampak positif,” Katanya.

Sambungnya, Sirkuit Mandalika telah menarik hati wisatawan sehingga lebih memilih di ke lombok, dari tahun sebelumnya sudah banyak yang berniat ke lombok. Sebenarnya di hari sama dilaksanakan pula Acara kongres internasional bedah Onkologi di St Galen Eropa, biasanya anggota PERABOI berbondong bondong ke sana, tapi ternyata lebih memilih acara di Lombok. Itu suatu hal yang luar biasa (sembari sambil tersenyum simpul saat di temui awak media online cantiknews.com).

Kehadiran Dirut BPJS Prof. Dr Ali Ghufron Mukti di acara ini bukti PERABOI bersinergi dengan BPJS terkait beberapa hal pelayanan kanker di Indonesia. Kerjasama PP PERABOI dengan BPJS akan semakin meningkatkan pelayanan kanker di Indonesia.

Ruang lingkup Bedah Onkologi berupa penanganan solid organ tumor atau tumor organ padat yang terdiri dari payudara, kanker kepala leher, kanker tiroid, kanker kulit serta kanker jaringan lunak dan alatnya telah di sediakan di RSUP NTB.

“sebetulnya kami sudah memiliki sumber daya dengan Alat alat penunjang yang cukup canggih dan pelayanan kemoterapi di seluruh NTB hanya bisa dilakukan di RSUD Provinsi NTB,”Bebernya.

Untuk menunjang Kebutuhan pasien perlu di Rekomendasikan Rumah sakit rujukan agar antrean tidak terlalu panjang untuk melayani kemoterapi dan ditambah ahli bedah nya, Alat operasi yang canggih dan peningkatan SDM lainnya.

Harapan terbesar untuk NTB, Angka kematian akibat kanker menurun, preventif berperan penting untuk menemukan kanker di stadium awal sehingga mudah ditanggulangi dan harapan hidup meningkat.”Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *