Jelang Akhir Tugas, Ini Pesan Kapolres Lotim Saat Pimpin Upacara Purna Bhakti

Lombok Timur | cantiknews – Kapolres Lombok Timur, AKBP Hery Indra Cahyono, S.H., S.I.K., M.H., Pimpin Upacara Wisuda Purna Bhakti (Pensiun) Perwira Polres Lombok Timur, pada Pukul 07.00 Wita. Senin, (31/07/2023)

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada personel yang berulang tahun. Adapun perwira Polres Lombok Timur yang Purna Bhakti yaitu Kompol Eko Mulyadi, S.H., jabatan terakhir KabagOps dan AKP Zainudin Basri, jabatan terakhir Kasubbagwatpers Bag SDM.

Dalam amanatnya, Kapolres Lombok Timur menyampaikan bahwa, purna tugas merupakan akhir tugas sebagai anggota PolriI, secara kedinasan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Kapolres berpesan,“Hari ini Dua Personel Polres Lotim yang mengakhiri tugas sebagai anggota Polri namun tentunya akhir tugas bukan berarti selesai, kami ucapkan terimakasih atas pengabdiannya, mari kita tetap menjalankan silaturrahmi dan berikan ketauladanan kepada masyarakat,”Ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Lombok Timur mengucapkan terimakasih kepada Bhayangkari, khususnya Bhayangkari yang purna tugas karena telah mendampingi dan mensupport suami menjelang akhir tugas.

Ia mengajak seluruh peserta upacara untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Jaga nama baik dan kehormatan Polri, Kesatuan, Keluarga, serta pribadi.

Sambungnya, “Mari bekerjasama saling rangkul untuk seluruh anggota agar akses komunikasi lebih dipahami masyarakat, institusi, jalin keakraban, soliditas serta Rastra Sewakottama, Abdi Utama dari pada Nusa dan Bangsa”Tutupnya.

Transaksi Berujung Tinggal di Jeruji Besi, Tersangka OS Kembali diringkus Tim Opsnal Polres Lombok Timur

Lombok Timur | cantiknews – Kasat Resnarkoba Polres Lombok Timur AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra, SH.,MH berhasil mengungkap Kasus Narkotika jenis shabu pada tanggal 26 Juli 2023. Pada hari rabu tanggal 26 Juli 2023, pukul 20.00 Wita. Di Sebuah rumah yang beralamat di Kebon Talo, Kel. Selong, Kec. Selong, Kab. Lotim. Sabtu, (29/07/2023).

Kronologi kejadian. Berawal dari Informasi warga setempat. Setelah dilakukan penyelidikan, pada hari Rabu tanggal 26 Juli 2023, Tim Opsnal mendapat informasi yang akurat bahwa benar diwilayah Kel. Selong ada sebuah rumah yang terletak di Kebon Talo milik OS dicurigai sebagai tempat transaksi dan penyalahgunaan Narkotika jenis shabu. Selanjutnya, sekitar pukul 20.00 Wita Tim Opsnal melakukan penyergapan dan menemukan OS berada dirumahnya dengan seorang temannya.

Kemudian, Saat dilakukan penggeledahan badan dan pakaian yang dikenakan oleh OS dan temannya itu tidak ditemukan barang bukti Narkotika. Selanjutnya dilakukan penggeledahan di dalam kamar mandi dan terdapat sebuah pot bunga dan dibelakang pot bunga tersebut ditemukan 1 bungkus rokok merk HD yang di dalamnya berisi gulungan plastik yang di dalamnya berisi bubuk kristal putih yang diduga Narkotika jenis shabu.

Selain itu, di dalam rumah tersebut ditemukan barang bukti berupa, 1 bungkus palstik klip kosong, 2 buah skop plastik, dan beberapa buah Handphone milik terduga.

Pelaku Inisial OS, Laki-laki, Tempat/Tgl Lahir Selong, 6 Nopember 1984, Umur 39 Tahun, Agama Islam, Suku Sasak, Pekerjaan Swasta, Kewarganegaraan Indonesia, Alamat Kebon Talo, Kel. Selong, Kec. Selong, Kab. Lotim. Pelaku merupakan residivis kasus Narkoba pada tahun 2017 dengan vonis 7 tahun, dan pada tahun 2021 mendapatkan status bebas bersyarat.

Barang Bukti berupa 1 (satu) plastik klip berisi bubuk putih Narkotika jenis shabu 1 bungkus plastik klip kosong, 1 bungkus rokok merk HD, 2 buah sekop plastik, 4 buah Handphone. Total Barang Bukti yang diduga Shabu-shabu berat bruto 1,50 gram, Pelaku ditangkap pada hari Rabu, tanggal 26 Juli 2023 sekitar pukul 20.00 Wita bertempat dirumahnya di Kebon Talo, Kel. Selong, Kec. Selong, Kab. Lotim.

Adapun pasal yang dilanggar. Pasal yang dilanggar Pasal 112 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, dan pidana denda paling sedikit 800 juta rupiah dan paling banyak 8 milyar rupiah.

Pasal 114 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda paling sedikit 1 milyar rupiah dan paling banyak 10 milyar rupiah. Tindak lanjut dalam proses sidik.

Cegah Wabah Diare, Dikes Lotim Akan Gelar Imunisasi Rotavirus Serentak

Lombok Timur | cantiknews – Minggu mendatang Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur berencana akan melaksanakan imunisasi Rotavirus secara serentak pada tanggal 15 Agustus 2023. Upaya ini dilakukan sebagai langkah pencegahan wabah diare di wilayah Lotim. Sabtu, (29/07/2023).

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Dr. H. Pathurrahman berharap imunisasi dapat mencegah terjadinya diare, terutama pada bayi yang berusia dua bulan sebagai sasaran utama imunisasi Rotavirus.

Pathurrahman memaparkan bahwa, imunisasi ini sebagai alternatif penanggulangan sehingga dapat melawan bakteri lebih efektif dalam mencegah terjadinya diare. Penyakit diare diketahui menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling banyak terjadi di wilayah Lotim.

Himbauan untuk masyarakat Ia menerangkan bahwa, Diare adalah masalah serius yang harus segera ditangani karena dapat menyebabkan dehidrasi yang parah, berdampak berujung pada kematian. “Penyebab diare tidak hanya bakteri, tetapi juga dapat disebabkan oleh virus, termasuk Rotavirus yang dianggap lebih berbahaya,” Tegasnya.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dikes Lotim, Budiman Satriadi, menambahkan bahwa dominan imunisasi Rotavirus adalah bayi di bawah dua bulan. Berikut data jumlah bayi yang lahir pada Juni 2023 mencapai 1.866 bayi. Dikes telah menyiapkan 2.739 vial vaksin, dengan setiap vial berisi 10 dosis vaksin yang cukup untuk satu anak.

Kegiatan imunisasi Rotavirus ini akan dilakukan melalui petugas imunisasi di Posyandu. Diharapkan, kegiatan lebih efektif mencegah kasus diare di Lotim, yang angkanya cukup tinggi. Pada tahun 2009, Lotim pernah menghadapi KLB diare yang disebabkan oleh tercemarnya aliran sungai, yang lebih disebabkan oleh bakteri E. coli. Oleh karena itu, pihak berwenang berharap bahwa program imunisasi Rotavirus ini dapat membantu mencegah wabah lebih dini.

Upaya ini dilakukan, dengan harapan angka kasus diare di Lotim dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat dan produktif. Budiman juga berharap, program imunisasi Rotavirus ini berjalan lancar dan mendapat respon positif dari masyarakat setempat.

Ia berpesan, “Tetaplah menjaga kebersihan dan higienitas pribadi, makanan, dan lingkungan untuk mencegah penyebaran virus dan bakteri penyebab diare,” Pungkasnya.

Lakukan Pemusnahan, Brimob NTB Disposal Barang Bukti Detonator


Mataram | cantiknews – Satuan Brimob Polda NTB memusnahkan 16 kotak yang berisi 1.840 batang detonator atau alat picu ledak yang berhasil diamankan oleh tim Ops Kapal Baladewa – 8002 milik Ditpolairud Koorpolairud Baharkam Polri pada 24 Juni 2023 lalu. Pemusnahan dilakukan oleh personel Jibom dari Detasemen Gegana Sat Brimob Polda NTB

Pemusnahan yang kita lakukan ini adalah barang bukti detonator yang telah memiliki kekuatan hukum tetap. pelaksanaan dilakukan oleh Tim Jibom Detasemen Gegana dengan cara disposal karena barang ini sangat berbahaya sehingga pemusnahan harus segara kami laksanakan,” ujar Aipda Rakidi sebagai Operator Bom di area Pendisposalan, Kel. Ampenan Selatan, Kota mataram, Jumat (28/7/2023).

Lokasi Pemusnahan di Laksanakan di Pesisir Pantai Skip Ampenan Mataram.

“Pertimbangan kami memilih lokasi ini agar tidak mengganggu warga, karena letaknya jauh dari keramaian. Lokasi juga menjadi tempat latihan Brimob Pold NTB,” urai Rakidi

Dalam pelaksanaan Disposal di hadiri oleh Dansat Brimob Polda NTB KOMBES POL KOMARUZ ZAMAN, S.I.K., M.H., Dir Pol Airud Polda KOMBES POL KOBUL SYAHRIN RITONGA, S.I.K., M.Si., Danpal KP. Baladewa Ditpolairud Baharkam Polri NTB KOMPOL CARITO, S.ST., Penyidik Ditpolairud Kompol AGUS PURWANTA, S.I.K, Serta Tersangka Pemilik Detonator AM.

Hal senada dikatakan Komandan Satuan Brimob Polda NTB Kombes Pol. Komaruz Zaman,S.I.K.,M.H. Dia mengatakan pendisposalan yang dilakukan sesuai prosedur.

“Saya Bersama Pak ditpolairud dan beberapa perwira sengaja turun untuk menyaksikan pendisposalan detonator secara langsung, apakah sudah sesuai prosedur dan alhamdulillah sudah sesuai. Kami mengerahkan satuan Gegana dari unit penjinakan bom yang sudah terlatih.,” ujar Dansat Brimob

Pendisposalan dilakukan dengan meletakkan bahan peledak di dalam lubang yang telah disiapkan dan dipasangkan dengan detonator yang disambungkan dengan kabel lalu diledakkan dengan alat pemicu.

Selma : Environment Influences Mindset, Prepare TOEFL Study for Scholarships

Karin Selma Al Kautsar, M. Ed adalah Alumni Unram pada tahun 2012, melanjutkan jenjang pendidikan S2 pada tahun 2019 di Universitas Kebangsaan Malaysia. Selma sapaan akrabnya, ia sosok yang bersahaja. Memiliki kegemaran menggambar, membaca, dan jalan-jalan. Ia dikenal dilingkungan pergaulan nya cukup humble dan mudah beradaptasi, ia juga mampu mengalihkan perhatian banyak orang. Sehingga prestasinya mampu memotivasi banyak orang mulai dari kalangan anak-anak sampai orang tua sebab Mengukir masa depan dengan pendidikan, menggapai cita-cita setinggi langit, hasilnya sukses

Nurlaela Putriyasari – Mataram

Faktor lingkungan mampu mempengaruhi pola pikir seseorang sehingga terbentuk karakter. Karin Selma Al Kautsar, M. Ed sapaan Akrab Selma telah mampu menyelesaikan study Beasiswa NTB S2 di Universitas Kebangsaan Malaysia. Konsisten dalam mencari beasiswa berapa tahun Setelah lulus Jenjang S1 di Universitas Mataram (Unram).

Saat ditemui oleh media cantiknews pada Minggu, (23/07/2023). Ia menuturkan bahwa, ia tidak pernah putus asa dalam menjalankan Ikhtiar termasuk Mencoba daftar Pertukaran Pemuda ke luar berangkat dari kegagalan, dapat kesempatan nyaris menuju negara Jepang, peluang posisi kedua yang berangkat sekitar puluhan beasiswa dalam kurun waktu singkat. Bermodal nekat itu tidak cukup jika tidak dibarengi dengan ilmu pengetahuan. Terlepas dari rasa malas itu sudah menjadi bekal awal. Hal yang lazim untuk meraih kesuksesan jika di barengi dengan inisiatif.

Total lebih dari 7 Kali percobaan melamar beasiswa. Ada beasiswa 3 negara penutur asing bahasa Inggris (Amerika,Inggris dan Australia) belum ada yang pernah tembus. Alhasil dengan persiapan matang bisa terlewatkan. Berperang melawan segala asa dan ujian serta guncangan dahsyat jadikan itu pelajaran hidup yang sangat ternilai. Terlepas dari kebodohan jauh mulia dibandingkan tidak memiliki ilmu. Berfikir unik, memiliki daya tarik untuk berinovasi jauh lebih dihargai.

Pembukaan penerimaan S2 pendaftaran sebetulnya, sudah ada angkatan pertama tapi tujuannya hanya ke Polandia. Disini ada kesempatan untuk Negara tujuan ke Polandia dan Malaysia, setelah cek persyaratan dan ia pilih negara jiran, Malaysia. Terlepas dari hal tersebut, negara Eropa jurusannya terbatas. Tidak putus asa dengan pencapaian. Ia mampu mengekspresikan suatu ilmu itu dengan ide dan gagasan yang mampu di kemukakan sehingga terwujud segala ikhtiar dari segala penjuru ilmu yang didapatkan.

Ia telah melewati banyak progres “Ketika ia di Malaysia kalau di Malaysia waktu itu bebas memilih jurusan sesuai konsentrasi, waktu pertama jurusan pendidikan bahasa Inggris. Ia memilih kampusnya dan sebelum pengumuman. Daftar terlebih dahulu dan ternyata ia dapat berangkat di tahun 2019. Alhasil upaya tidak ada yang sia-sia tergantung kerja keras dan motivasi kesehariannya, bangunkan raga yang hampir remuk dari setiap kegagalan.

Tidak kunjung usai. Pendaftaran 2019 dalam kurun waktu setengah tahun di awal 2019, awal 2020 Saya berangkat Jadi, ia semestinya berangkat di akhir 2019 tapi karena ada sesuatu dan lain hal sehingga diundur. Kegagalan berangkat dari hambatan tidak menepis hal ini terjadi karena terjangkit nya suatu wabah menjadikan semuanya itu untuk renungan, hari silih berganti hingga menanti sebuah jawaban dari sang khalik, akan berhentinya wabah ini. Alhasil semuanya mampu terlewatkan.

Adapun kendala yang tengah dihadapi selma. Penyebab nya karena beberapa tahapan progres Tapi sebelum berkas disiapkan akhirnya karena negara tujuan Kebangsaan Malaysia berangkat di awal 2020. Sejak awal mulanya dapat dilihat sedikit Informasi beasiswa. Melamar beasiswa jika memiliki banyak pengalaman dan syarat-syarat yang harus ada biasanya IP kurang berpengaruh yang penting IPK minimum 3. Ini perlu di atensi demi terwujudnya cita-cita

Dalam bahasa Inggris khususnya ke Malaysia “Alhamdulillah TOEFL saya mencukupi Akhirnya bisa berangkat dengan beasiswa selain, berharap dari IP tidak diperkenankan di bawah 3, dalam bahasa Inggris pengalaman bermasyarakat seperti bersosial dan terlibat sebagai relawan dan tidak diperkenankan untuk organisasi yang tidak memiliki pengaruh sosial. Apalagi kegiatan sosial media mesti diperbanyak karena dari kegiatan sosial itu sebagai tolak ukurnya, “ungkapnya

Tujuan kedepannya dari percobaan puluhan kali dari 2016 untuk S1 sudah mengikuti ataupun mencari peluangnya, di tahun 2014 ia mulai aktif prosfek jadi pada waktu S1 lulus 2016 sampai 2020 setelahnya melanjutkan ke jenjang S2. Jarak 4 tahun ia sudah bisa menempuh S2. Sebelumnya ia bekerja di unram sebagai instruktur bahasa Inggris dan penerjemah bahasa Indonesia. Telah banyak rintangan demi tantangan. Semuanya mampu dirobohkan dengan semangat pantang menyerah.

Tidak cukup dengan itu. Melanjutkan study S2 berkesempatan Kuliah di Malaysia di Universitas kebangsaan Malaysia, konsentrasi jurusan pendidikan. Ia menuturkan pengalamannya selama di Malaysia,” ia datang ke Malaysia mendekati pandemi Corona belum parah waktu ia datang, corona di beritakan sedang tinggi angka kematian. Tidak menjadikan semuanya itu sebagai halangan. Banyak yang harus di pelajari dari hal tersebut, dengan hadirnya pandemi Corona ini jadikan semuanya lebih semangat tak hayal semu bangkit untuk maju

Lanjutnya, berita Corona di seluruh dunia perkuliahan ia tengah hadapi mengawali 1 bulan pertama masih di kelas akhirnya semua dilakukan secara online. Ia merasa sangat sedih dari ia mulai kuliah sampai selesai belajar online. Ia membayangkan kalau keluar negeri kuliah bisa banyak pengalaman dan bisa refleksi ke berbagai negara melakukan Banyak hal tapi karena Pandemi Corona semuanya dilakukan secara konferensi begitupun perkuliahan termasuk penugasan hanya bisa dilakukan melalui daring.

Bersyukur tiada henti,”Alhamdulillah jadi pada waktu pandemi Corona kasusnya masih terbilang belum stabil, Jadi setiap penurunan angka kasus corona ia sangat bersyukur dan pada waktu liburan, kasus Corona menurun. Akhirnya saya manfaatkan untuk melakukan kegiatan positif termasuk jalan-jalan, kegiatan sosial. Jadi saya manfaatkan meskipun terbatas, “Imbuhnya.

Ia memotivasi diri agar terus semangat agar tidak terlalu mengurung diri setelah itu Kasus meningkat, diam di rumah beberapa waktu sampai selesai tergantung pemberitaan di media. Pada saat di Malaysia berbeda dengan di Indonesia sebab masih kasusnya terbilang ringan sedangkan di Malaysia aturannya sangat ketat.

Ia telah melewati berbagai rintangan mulai dari setiap malam di awal Pandemi Corona, helikopter selalu patroli jika ada warga yang keluar dari rumahnya menuju supermarket dibantuin satu rumah yang boleh dua orang yang keluar. Apalagi perkuliahan di Malaysia online. Ia dan kawan nya banyak mendapatkan pengalaman selama Pandemi Corona.

Tidak hanya dari Indonesia, Banglades, dan Korea rata-rata di Asia bagian Asiatis. Interaksi dengan teman-teman internasional sembari sharing walaupun kebanyakan orang-orang Malaysia. Apalagi Perkuliahan lebih dipermudah karena peraturan kuliah di Malaysia hubungan antara mahasiswa dengan dosen lebih mudah berinteraksi

Sebab utamanya Karena dari Indonesia budaya antara mahasiswa dengan Dosen berbeda di Malaysia. Ia sangat menikmati kehidupan di bangku perkuliahan karena kenyamanan mahasiswa itu tergantung karakter Dosen mengajar secara profesional karena mahasiswa juga memiliki hak evaluasi kinerja Dosen setiap akhir semester. Jika tidak, nilai tidak terbit, kalau dosen yang menurut hasil surveinya semua dosennya tidak baik tergolong penalti atau di pecat.

“Tidak ada yang berani macam-macam dan tidak ada ceritanya mahasiswa menunggu di depan ruangan dan perkuliahan tiba-tiba di cancel kalau janjinya on time,” Jelas selma

ketika memasuki dunia kerja, bekerja di Universitas Mataram, semua di himbau bagi mahasiswa S1 silahkan melanjutkan kuliah, motivasi terbesarnya adalah karena faktor lingkungan, dikelilingi oleh lingkungan yang berpendidikan jadi ia tidak mau ketinggalan pada akhirnya ia mengikutinya. Kabar beredar karena ada himbauan untuk meningkatkan kualifikasi untuk menjadi dosen dan itu penentu menuju jenjang berikutnya.

Ia merasa waktu itu sudah terlalu lama mengajar ia perlu upgrade ilmu menghabiskan waktu hingga 4 tahun. Satu setengah tahun kuliah S2 dan ia mampu menempuh 3 semester. Ia rasa dengan memanfaatkan beasiswa NTB dengan sebaik-baiknya, dibiayai oleh Pemerintah itu luar biasa. Karena ia sudah terikat beasiswa ia menyadari bahwa, bermalas-malasan itu menimbulkan jenuh dan ia selalu ingat bahwa ia mempunyai tanggung jawab besar.

“Saya pribadi menyadari itu sebagai alarm untuk tetap giat belajar. Apalagi di biayai uang negara karena uang negara merupakan uang titipan untuk dipertanggungjawabkan dengan sepenuhnya,” Bebernya

Berbagi macam trik memulihkan keadaan terutama untuk menghindari stres karena pandemi Corona, di masa pandemi membutuhkan waktu untuk pulihkan keadaan. Ia berencana selepas Corona ia berkeinginan action 1-2 tahun ke Malaysia untuk kerja mencari pengalaman dan ia berharap untuk murid nya semoga mereka memiliki semangat yang sama atau lebih besar dibandingkan gurunya, tolak ukur keberhasilan muridnya bermula dari guru

Hal tersebut diukur jika ada mahasiswa atau murid nya bisa lebih berhasil dari dosennya terus sistemnya di Malaysia menerapkan sistem mengajarnya secara fer to fer (santai tapi serius)

“saya adalah instruktur bahasa namanya tutor bahasa dan saya ada di bawah naungan lembaga unit bahasa jadi, setiap kampus pasti memiliki ide bahasa tapi tidak semua kampus memiliki unit bahasa. Saya pribadi mengajar semua level mulai dari anak-anak sampai kakek nenek saya ajar. Ada general English kalau general English itu bahasa Inggris secara umum ada berbagai level,” Pungkasnya.

Sambungnya, Dari SMP sampai orang tua ada kelas, kalau di anak kampus itu biasanya memegang kelas cover atau kelas akademik rating karena sekarang setiap kampus itu disarankan untuk mahasiswanya mendapatkan TOEFL dengan skor yang sudah ditetapkan sehingga mahasiswa wajib ikuti. Jika akademik rating menulis secara Akademi sedangkan dunia kampus dituntut untuk bisa menulis atau memproduksi hal yang bersifat akademis. Jadi ada pelatihan dasar untuk melatih kemampuan bisa menulis secara ilmiah Belajar TOEFL.

“Hari Jumat sampai senin, saya ngajarnya jadi, tidak semuanya saya ajar dan itu tidak setiap hari, Ada hari tertentu tergantung jadwal. Hitungannya setiap hari saya pasti punya kelas minimal 2 kelas selama 100 menit per meetingnya. Selain itu saya juga mengajar di universitas Muhammadiyah saya mengajar bahasa Inggris secara umum juga, saya menerima private dan rata-rata yang saya terima adalah Pelajar asing yang ingin belajar bahasa Indonesia “Ucapnya.

“Usahakan dapat beasiswa karena sekolah mahal dan lebih tinggi untuk ke luar negeri dipersiapkan untuk memanfaatkan langsung dan semoga program ini masih tetap berjalan. Memang sekarang dampaknya belum terlihat karena masa depan berdampak besar manfaatnya dipengaruhi oleh sumber daya manusianya (SDM) akan kualitasnya jadi berbeda kedepannya untuk para pemburu beasiswa dari sekarang belajar bahasa asing terutama bahasa Inggris yang sekarang belum tertarik untuk melamar beasiswa karena sekarang belum memiliki minat untuk berbahasa asing. Maka, jadikan sebagai modal awalnya dan nabung kegiatan sebanyak-banyaknya serta Aktif dalam kegiatan sosial seperti jadi remaja masjid bermula dari hal kecil, “Pesannya.

Ia juga menuturkan hobinya, Selma Hobi musik, menggambar, melukis sudah biasa sejak SD. Ia sangat bermimpi melihat semua yang ada di dunia. Ia juga suka membaca buku bergenre Self Improvement (belajar tentang hidup), dan nonton drama korea.

Saran dari saya adalah, “bagi yang ingin melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi silahkan di persiapkan dari sekarang, terutama kemampuan berbahasa asing dan pengalaman sosial yang banyak serta, jadilah mahasiswa aktif dan berprestasi. Tidak hanya dengan nilai IPK dan akademis saja tapi softskill juga harus diasah. Kelilingi diri dengan orang yang memiliki energi yang sama, “Tutupnya.(***)

Cari Tren Boleh. Ketua FJPI Beri Imbauan, Bijaklah Dalam Bermedia Sosial

Mataram | cantiknews – Pihak Kepolisian menindaklanjuti Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan satu keluarga di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menjadi Kontroversi publik.

Tidak dipungkiri hal ini terjadi, beredar kabar bahwa, informasi itu merupakan hoaks (belum dapat dibuktikan kebenarannya). Meski demikian, banyak akun media sosial (medsos) yang sudah mengunggah video dan memperlihatkan wajah korban saat menjenguk ayahnya yang babak belur usai dihakimi massa.

Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) NTB memberikan kritik terhadap unggahan yang memperlihatkan secara jelas wajah korban. Terlebih korban merupakan perempuan di bawah umur yang belum genap berusia 18 tahun.

Ketua FJPI NTB Linggauni mengatakan, “Salah satu unggahan di akun media sosial dengan pengikut cukup banyak mengunggah video korban saat menjenguk ayahnya. Di sana terlihat jelas wajah korban. Masa depan korban masih panjang dan jejak digital itu sulit dihilangkan.”Jumat, (21/7/2023).

Penegasan ketua FJPI NTB. Mengingat kembali bahwa,” Dalam kode etik jurnalistik, wajah korban bahkan identitasnya tidak boleh tersebar dan diperlihatkan secara jelas. Bukan itu saja, hal-hal yang mengacu pada terbukanya identitas korban juga tidak seharusnya diperlihatkan ke khalayak.

Sambungnya, mengkritisi hal tersebut “beberapa hal yang harus ditegaskan karena mengundang berbagai pertanyaan termasuk penegasan ke admin media sosial yang merasa diri bukan Jurnalis, sehingga merasa tidak perlu mengikuti kode etik jurnalistik dalam mengunggah video atau informasi. Namun, terlepas benar atau tidaknya informasi itu, tetapi semestinya admin medsos ini bisa lebih bijak saat akan memperlihatkan wajah korban ke publik”Tegasnya.

Diketahui bahwa video yang diunggah admin yang bersangkutan akun media sosial sudah ditonton lebih dari 67 ribu kali dan dibagikan sebanyak 334 kali di Instagram. Unggahan yang memperlihatkan foto korban dengan wajah ditutup itu sudah dilihat sebanyak 4,3 juta kali, dengan 2.165 retweet, pada Jumat (21 Juli 2023).

Dalam video tersebut memperlihatkan korban tengah sedang memeluk ayahnya di rumah sakit. Termasuk di Twitter, akun dengan jumlah pengikut yang mencapai ribuan tersebut, juga mengunggah video yang bersangkutan.

“Terlepas video itu diambil oleh keluarga kemudian disebarkan ke media sosial, hal senada tidak dapat dibenarkan. Terlebih, video kini sudah tersebar di berbagai platform media sosial,” bebernya.

FJPI NTB mendesak kepada semua pihak untuk mengambil tindakan terkait beredarnya video yang memperlihatkan wajah korban. Sebab, hal ini akan memengaruhi masa depan korban. Apalagi informasi tersebut masih dugaan dan belum bisa dibuktikan kebenarannya.

“Kami berharap pihak-pihak yang berwenang segera turun tangan untuk memberikan teguran terhadap admin akun media sosial yang sudah mengunggah video tersebut. Termasuk juga akun personal yang sudah terlanjur mengunggahnya, tanpa mengurangi rasa hormat semoga unggahan itu segera dihapus,” harapnya.

Sekretaris FJPI NTB Yuyun Erma juga menanggapi bahwa, sangat di sayangkan kondisi tersebut viral terjadi. Seharusnya, identitas korban bukan menjadi konsumsi publik, sehingga dapat menimbulkan dugaan yang tidak mendasar dan tidak seharusnya di konsumsi publik

“Pesan moralnya, dari kejadian ini kita sebagai pengguna media sosial harus lebih bijak lagi dalam mengunggah peristiwa seperti ini, jangan karena ingin viral kemudian masa depan orang lain dikorbankan,” Pungkasnya.(*)

Ada Apa dengan Mutasi (AADM), Jabatan Fungsional Kian Menjadi Kontroversi

Mataram | cantiknews – Jabatan Fungsional dr. I Komang Paramita tercuat dan mengundang kontroversi sejak pindah dari Lombok Tengah ke Kota Mataram. Ia langsung bertugas sebagai dokter di UGD. Pemerintah Kota Mataram akhirnya angkat bicara soal kontroversial mutasi dr. I Komang Paramita menjadi staf perpustakaan di Perpustakaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Kota Mataram. Selasa (18/07/2023).

Assisten III Setda Pemkot Mataram, Dra Hj. Baiq Evi Ganevia mengatakan pihaknya sudah mempertemukan antara Dokter Komang dengan pihak Direktur RSUD Kota Mataram beserta jajarannya.

“Intinya profesi dokter tidak diangkat sebagai pustakawan. Karena pustakawan memiliki kualifikasi tersendiri. Dokter bersangkutan dipindah ke perpustakaan rumah sakit,” terang Baiq Evi.

Dikatakannya, soal mutasi itu merupakan hak prerogatif Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam hal ini adalah Walikota, sesuai yang tertuang di Undang-Undang ASN maupun Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Adanya pendelegasian kewenangan dari PPK pada PYB atau Pejabat Yang Berwenang yaitu Sekda. Kemudian ada juga pendelegasian kewenangan kepada kepala perangkat daerah dalam hal mengatur penempatan pegawai di lingkupnya,” Terangnya.

Sambungnya, Terkait kasus dr. Komang, Baiq Evi mengatakan dr. Komang merupakan ASN pindahan dari RSUD Lombok Tengah pada tahun 2018.

“Di Lombok Tengah Dokter bersangkutan di percaya memegang jabatan fungsional yaitu sebagai Dokter Ahli Madya. Dokter tersebut minta pindah ke Kota Mataram, otomatis ketika ia pindah ke Kota Mataram, jabatan sebagai Dokter itu lepas. Ia diposisikan sebagai pelaksana atau kalau dalam istilah staf,” Sebut Baiq Evi.

Jika ingin diangkat kembali sebagai dokter, maka dr. Komang harus mengusulkan dan melengkapi beberapa dokumen. Mengikuti progres tersebut, ditetapkan langsung oleh Wali Kota dan diteruskan ke BKPSDM sesuai prosedural yang berlaku.

“Sampai saat ini, beliau tidak mengusulkan berkas sesuai tufoksinya. Jadi statusnya ditetapkan sebagai pelaksana atau staf,” Ungkapnya.

Untuk kembali ke jabatan fungsional, sejak ia pindah dari Lombok Tengah, semestinya dr. Komang harus meminta pemberhentian dari jabatan tersebut, mengurus Surat Izin Praktek, dan Surat Tanda Registrasi.

Baiq Evi memberikan keterangan “Prosedurnya berjalan sehingga muncul angka kreditnya. Itu semua merupakan syarat yang harus dipenuhi agar kembali ke jabatan sebelumnya. Jadi belum terorganisir karena belum diurus oleh dr. Komang”.

Dalam hal tersebut, untuk mengisi jabatan pelaksana ditetapkan oleh Kepala OPD. Menurut Baiq Evi, itu lazim dilakukan setiap tahun dan bisa dievaluasi dan berubah kapan saja.

Klarifikasi hal ini, kembali di tegaskan oleh Baik Baiq Evi bahwa, “Meski kualifikasinya dokter, tapi bukan dokter. Karena ia pelaksana atau staf. Kalau ia mau tetap jadi dokter, maka ia harus penuhi syaratnya. Maka, langsung bagian terkait angkat tapi penuhi terlebih dulu syaratnya. Apalagi sudah lama dan ia harus mengikuti uji kompetensi,” Pungkasnya.(*)

Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Kota Mataram Lakukan Pemusnahan

Mataram | cantiknews – Pemerintah Kota Mataram terus berupaya Gempur Rokok Ilegal digalakkan Bea Cukai kota Mataram. Hari ini selasa, 18/06/ 2023. Bea Cukai Mataram kembali musnahkan barang hasil penindakan berupa 4,7 juta batang rokok ilegal berbagai jenis dan merk, 65,9 kg tembakau iris (TIS), ratusan butir obat-obatan, 73 liter minuman mengandung etik alkohol (MMEA) serta beberapa telepon genggam.

Plt. Kepala Bea Cukai Mataram, Agustyan mengatakan jutaan barang Ilegal . Pemusnahan barang tersebut merupakan hasil penindakan Bea Cukai Mataram yang bersinergi dengan Kantor Wilayah Direktorat Bea Cukai Bali Nusra, Sat Pol PP dan didukung TNI/Polri selama periode bulan Agustus 2022 hingga Maret 2023.

“Sebanyak 463 penindakan, selama periode Agustus 2022 sampai Maret 2023,” Jelas Agustyan pada Selasa, (18/07/2023).

Kegiatan pemusnahan barang milik negara ini merupakan wujud komitmen untuk menekan peredaran rokok ilegal serta, dalam upaya mengamankan penerimaan negara sesuai slogan resmi Direktorat Jenderal Bea Cukai, “Gempur Rokok Ilegal”.

Pemusnahan rokok ilegal dan tembakau iris dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Kantor Bea Cukai Mataram, alat komunikasi berupa telepon genggam dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan gerinda dan minuman mengandung etik alkohol dan obat-obatan dimusnahkan dengan cara dilarutkan dalam cairan yang dicampurkan bahan lain. Untuk sebagian rokok ilegal dan tembakau iris yang tersisa akan dimusnahkan dengan cara dirusak menggunakan air yang dicampur dengan deterjen dan ditimbun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebun Kongok, Kab. Lombok Barat.

Agustyan menerangkan,”Total perkiraan nilai barang mencapai Rp 6 miliar dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 3,2 miliar, “Tutupnya.