Kadis Dikes Lotim Beri Tips Agar Terhindar dari Dehidrasi

Lombok Timur | Cantiknews – Kabupaten Lombok Timur mengalami Suhu tinggi dan paparan matahari yang berlebih pada musim kemarau seperti sekarang ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan, terutama terhadap risiko dehidrasi (kekurangan cairan tubuh secara berlebihan).

Untuk mengatasi hal tersebut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Timur Dr. Fathurrahman, SKM.,M.AP memberikan tips agar masyarakat terhindar risiko dehidrasi.

Yang pertama, papar dia, hendaknya masyarakat menyesuaikan aktivitas serta mengatur pola makan dan minum. Akan tetapi tidak berarti harus bermalas-malasan.

“Kaitannya dengan dehidrasi di musim kemarau, sebaiknya minum itu disesuaikan dengan aktivitas,” kata Fathurrahman kepada media ini, Selasa, (5/10/2023).

Artinya, kata dia, kalau aktivitas masyarakat tinggi sebaiknya minumnya juga harus banyak dan teratur. Hal itu diperlukan agar tubuh tidak sampai kekurangan air.

“Air fungsinya besar bagi tubuh kita, air ini di dalam tubuh sebagai pelarut. Kalau dalam bahasa kesehatannya hidrolisasi, sebagai zat yang dibutuhkan oleh tubuh. jadi minum sesuai dengan aktivitas,” pesannya.

Akan tetapi pada saat musim kemarau masyarakat dihadapkan dengan ketersediaan air yang mulai menipis di beberapa wilayah, terutama wilayah selatan.

Saat yang sama, sambung dia, kebutuhan masyarakat atas air kian meningkat, hingga tak jarang masyarakat memanfaatkan air yang tersedia, hingga terkadang terpaksa menggunakan air yang tidak layak untuk dikonsumsi.

Prilaku demikian, jelas dia, akan membahayakan bagi kesehatan masyarakat itu sendiri. Dikarenakan itu, dirinya kembali menyarankan agar masyarakat mengurangi aktivitas berlebih untuk mengimbangi kebutuhan air di dalam tubuh.

Ia menjelaskan, air yang sehat dapat dilihat secara fisik. Yakni airnya tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Sedangkan secara bakterologi, harus diperiksa di laboratorium.

“Intinya minum air yang sehat. Kalau tidak seperti itu bisa menyebabkan diare dan gangguan saluran pencernaan dan lainnya,” paparnya.

Bahkan Fathurrahman memberi penegasan, bahwa penyakit diare tidak bisa dianggap sepele, mengingat penyakit itu bisa menyebabkan kematian jika diare yang diderita tergolong parah.

“Kalau diare nutrisi bisa keluar terjadi dehidrasi bisa bahaya sampai ke tingkat kematian, kalau diare kita parah. Makanya diare dan saluran pencernaan tidak boleh dianggap remeh,” tandasnya.

Yang kedua, lanjut dia, pada musim kemarau hendaknya masyarakat menghindari minuman yang bisa menyebabkan dehidrasi, seperti minuman beralkohol, minuman berkafein, dan minuman yang mengandung karbonasi.

Yang ketiga, mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak air yang terdapat pada beberapa jenis buah dan sayuran seperti mentimun, semangka, strawberi, jeruk, dan seledri.

Yang keempat, hindari terlalu banyak aktivitas fisik di luar ruangan pada jam-jam terpanas, terutama masyarakat petani/pekebun agar menghindari aktivitas fisik yang berat saat cuaca sedang sangat panas.

“Jika harus beraktivitas di luar ruangan terlebih aktivitas fisik yang berat, cari waktu yang lebih sejuk seperti pagi atau sore hari. Karna paparan matahari yang berlebihan bisa meningkatkan risiko dehidrasi” demikian Fathurrahman.

Diantara yang disebutkan daribeberapa gejala dehidrasi adalah merasakan haus yang berlebihan, kulit kering, urin berwarna gelap, kelelahan, dan pusing. Jika mengalami gejala-gejala seperti di atas, hendaknya segera minum air yang cukup dan istirahat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *