Arsip Kategori: Kesehatan

Tanggulangi Stunting, Kadikes Beri Edukasi Kepada Kader Posyandu Bilalande

Lombok Tengah | Cantiknews – Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS menghadiri Jum’at Salam dan berkunjung ke desa Bilalande, Kecamatan Bilalande, Kabupaten Lombok Tengah, untuk edukasi terkait Stunting. Acara tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Bilalande, Jum’at (26/1/2024).

Hadir dalam giat jum’at salam tersebut, Dandenkesyah Mataram Letkol CKM Khoirul Anam, Kades Bilalande Panjaitan, Kepala Puskesmas Desa Ganti Wiraguteng S. Kep. Ners, Kadis Kesehatan Lombok Tengah diwakili Kabid Kesehatan, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, Tim Gizi Desa Bilabante dan Desa Ganti, serta lapisan masyaakat.

Fikri mengatakan dalam hubungan masyarakat erat kaitannya dengan menyelesaikan berbagai persoalan, salah satunya jika di kesehatan tentu bicara fokus mengenai kesehatan, jika ada hal lain maka siap ditangani cepat dengan pertimbangan objektif. Ide dan gagasan yang “melaju” diharapkan dapat menekan angka stunting seperti di beberapa negara, sebab sebagian negara yang sudah jauh lebih maju dari Indonesia angka stuntingnya dapat menduduki 5%.

Jika anak terus-menerus kekurangan nutrisi, otomatis perkembangan otak tidak bekerja secara optimal, terutama pada usia emas (golden age) anak yakni 0-3 tahun. Konsumsi protein hewani sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan mencegah stunting pada anak.

Aspek pola makan juga memiliki pengaruh cukup besar. Jika kekurangan asam amino esensial maka hormon pertumbuhan dan metabolisme tumbuh kembang anak juga akan terganggu. Jika ini terjadi secara terus-menerus dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif anak. Protein hewani sebagai zat gizi makro memiliki sumber asam amino esensial terbaik yang diperlukan tubuh untuk mengaktifkan berbagai enzim dan hormon pertumbuhan.

Kadis Kesehatan menyarankan untuk memperhatikan pola asuh dan pola makan anak, serta mengurangi konsumsi snack kemasan. Perbanyak konsumsi telur, daging merah, dan ikan segar agar tumbuh kembang anak mengalami perubahan secara signifikan.

Wiraguteng selaku Kepala Puskesmas Desa Ganti menyampaikan bahwa melalui kerja sama berbagai sektor diharapkan ke depannya dengan niat dan keinginan yang kuat dapat memerangi stunting sehingga tidak ada lagi kasus stunting di wilayah tersebut.

Kabid Kesehatan Dikes Lombok Tengah memaparkan, berdasarkan laporan Kabupaten sampai dengan akhir Desember 2023 angka stunting Lombok Tengah mencapai 13,6%. Kegiatan pencegahan stunting diharapkan dapat berjalan maksimal di semua desa. (CN)

70 Kasus Pneumonia pada Anak Berhasil ditekan

Lombok Timur | Cantiknews – Dinas Kesehatan berhasil tekan Jumlah kasus Pneumonia di Lombok Timur bulan ini. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Lombok Timur, periode November-Desember 2023, kasus Pneumonia pada anak mencapai 70 kasus.

Angka tersebut mengalami penurunan dalam 4 minggu terakhir. Sebelumnya Pneumonia mencapai 99 kasus pada awal November itu dari angkanya 99 kasus, turun menjadi 70 kasus di minggu ini, minggu pertama Desember,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur. Pathurrahman, Sabtu (9/12/2023).

Begitu juga pada bagian paru yang menyebabkan adanya gangguan fungsi pada paru. Ia menjelaskan, jika melihat tren penurunan tersebut pihaknya meyakini angka penyakit Pneumonia pada anak semakin hari semakin menurun.

Identifikasi penanganan terhadap penyakit itu telah berjalan optimal. Namun ia mengatakan, tren penurunan tersebut lantas tidak membuat pihaknya lalai. Dinas Kesehatan dalam hal ini, tetap memberikan pengawasan dan rutin mengecek kondisi balita yang berpotensi terjangkit penyakit Pneumonia tersebut.

Selain itu, ia juga mengimbau seluruh masyarakat jika balita atau anak mengalami gejala-gejala Pneumonia seperti susah bernafas, batuk, hingga keringat dingin, secepat mungkin dibawa ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) terdekat.

Senada dengan itu, Pathurrahman menyampaikan, Pneumonia pada balita berbeda dengan Pneumonia mycoplasma yang mulai menyebar di sejumlah wilayah di Indonesia.

Berdasarkan informasi atau data yang di terima Dikes Lombok Timur, dari Provinsi Bali, Lombok Timur atau di NTB belum ada yang terindikasi terjangkit Pneumonia mycoplasma.

“Sebenarnya gejalannya sama dengan pneumoni yang biasa itu cuman dia mungkin lebih cepatlah penularannya atau daya serangnya lebih cepat terjadi di Indonesia,” jelasnya.

Meski begitu, dia mengimbau bagi setiap masyarakat untuk lebih tenang menghadapi penyakit tersebut, lantaran Pneumonia sendiri bukan penyakit baru di Indonesia.

“Sebenarnya Pneumonia ini kalau kita di Lombok Timur ataupun di NTB, dia beradu dengan penyakit diare, kita di Lombok Timur kalau enggak diare yang terbanyak ya pneoumoni,” ungkapnya.

Sambungnya, ia juga mengatakan Untuk menghindari penyakit tersebut masyarakat diminta lebih memperhatikan lingkungan sekitar, mengingat penyakit itu berbasis lingkungan dan berbasis perilaku. Karenanya pencegahannya pun juga harus memperhatikan aspek-aspek perilaku, tapi yang terpenting adalah tindakan untuk pencegahannya.

“Kebersihan individu tangan pada saat memberikan makan bayi, dan usahakan penuhi asupan gizi seimbang bayi dan balita. Jika mengacu pada sebarannya di Lombok Timur saat ini kasusnya merata di 21 kecamatan kecuali demam, kalau demam berdarah itu baru banyak yang di Kota Selong atau wilayah yang padat penduduknya,” ungkapnya.

Kadis Dinkes Sambut Gembira atas Kunjungan Mensos Tri Rismaharini ke RSUD Selaparang

Lombok Timur | Cantiknews – Kepala Dinas Kesehatan Dukung penuh Mentri Sosial (Mensos) RI Tris Rismaharini berkunjung ke Lombok Timur dalam rangka memantau operasi katarak bagi masyarakat di RSUD Seleparang Suela, Kamis (7/12/2023).

Kegiatan operasi katarak tersebut juga merupakan rangkaian dari Hari Disabilitas Internasional dan Hari Kesetiakawanan Nasional Tahun 2023. Operasi katarak di Lombok Timur dilaksanakan selama 3 hari, dari tanggal 7-9 Desember 2023.

Sementara skrining berlangsung dari tanggal 5-7 Desember 2023 dan pasien yang akan dioperasi berjumlah 200 setiap hari.

“Saya melihat banyaknya datang saudara-saudara kita yang harus segera dioperasi karena kalau terlambat mereka akan menjadi buta Nah kalau sudah menjadi buta,” cetusnya.

Dikatakannya, dari data per 7 Desember 2023 ini terhitung sebanyak 643 calon pasien dan 560 dinyatakan layak untuk dilakukan tindakan oprasi

Setelah itu, pasien yang dinyatakan layak itu akan menjalani skrining yang dilaksanakan di 4 Puskesmas diantaranya Puskesmas Aikmel, Puskesmas Sakra dan Puskesmas Masbagik Baru.

Adapun terkait dengan anggaran, Kemensos dalam hal ini disuport oleh organisasi Internasional yang bergerak di bidang sosial yakni MATW Project, selain itu disuport pula oleh Lentera Mata Indah.

“Anggaran kami tidak ada, maka kemudian saya meminta bantuan sana-sini termasuk diantaranya Pak Robert dan ternyata juga disupport MATW Project dan Lentera Mata Indah,” katanya.

Selain itu, dia menjelaskan saat ini Lombok menjadi daerah dengan kasus katarak tertinggi. Sebab ia juga mengatakan akan berkunjung kembali untuk mengurai kasus katarak di pulau seribu masjid.

“Kami di Kementerian Sosial seperti itu ya, nanti bulan depan kita akan lanjut lagi, sebetulnya kami tiap bulan melakukan operasi, ini tersebar seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Selain itu, ia mengatakan Kemensos saat ini dibantu banyak pihak. Ke depan harus lebih digencarkan program serupa di daerah-daerah lain di Indonesia.

Di tempat yang sama, Project Kordinator MATW Project, Sarah mengatakan alasan penuntasan katarak menjadi fokus pengawalan organisasinya. Menurutnya, hal ini dikarenakan kebutuhan atas pengelihatan merupakan hal utama yang harus dimiliki masyarakat. Untuk itu, ia sejauh ini juga telah bekerja di 25 negara mengawal program oprasi mata katarak, khususnya masyarakat miskin.

“Begitu pun dengan Lombok, kenapa kita pilih Lombok, karena Lombok saat ini merupakan daerah tertinggi nomor 2 di Indonesia yang terbanyak kasus kataraknya,” bebernya.

Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur Pathurrahman menyambut gembira kegiatan tersebut. Untuk tenaga kesehatan yang terlibat pun beragam, diantaranya meliputi dokter mata/operator sebanyak 5 orang, 7 orang perawat dan 1 orang anestesi.

“Ini upaya yang kita lakukan untuk mengurangi beban masyarakat kita yang mengalami katarak. Karena kalau mereka melakukan operasi sendiri biayanya cukup mahal,” Pungkasnya.

Perkuat Pelayanan Publik, Kadikes Lotim Gandeng Ombudsman NTB

Lombok Timur | Cantiknews – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Kepala Dinas Kesehatan Pathurrahman menggandeng Ombudsman Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan sosialisasi pencegahan maladministrasi kepada 35 Puskesmas di 21 Kecamatan di Lombok Timur pada Rabu (06/12/2023).

Arya Wiguna selaku Kepala Ombusmand NTB dalam sambutan nya mengatakan, koordinasi penguatan pengawasan pelayanan publik ini, Minggu Sebelumnya sudah koordinasi untuk mengundang dinas-dinas yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat Keasistenan Pencegahan Maladministrasi.

“Langkah ini sebagai upaya bersama mendorong peningkatan kualitas, koordinasi, dan pengawasan pelayanan publik di Kabupaten Lombok Timur artinya pengawasan ini melihat bagaimana kita bisa sama-sama menyelesaikan masalah-masalah yang muncul berkaitan dengan pelayanan Publik Fokus di Dikes Lombok Timur tentang penguatan di seluruh Puskesmas,” tuturnya.

Oleh karena itu, puskesmas perlu pelayanan yang berhadapan langsung dengan masyarakat, ini yang menjadi penekanan pertama untuk mendorong semua Puskesmas dalam melaksanakan standar pelayanan publik.

ia membeberkan peran penting Penguatan pada pengaduan di masing-masing wilayah tugasnya, agar masyarakat memiliki kanal ketika ingin menyampaikan harapannya kepada unit pelayanan.

Dalam hal ini terutama Masalah pelayanan kesehatan, Arya mengatakan harus mendapat penanganan cepat sehingga masyarakat juga bisa puas terhadap pelayanannya.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Pathurrahman menyambut baik peran Ombudsman terhadap upaya peningkatan kualitas pelayanan di Puskesmas. Ia mengungkapkan, semua Puskesmas harus berinovasi dalam meningkatkan layanan.

Selain itu ia juga menuturkan bahwa, banyak poin dan saran yang diberikan oleh rekan-rekan dari Ombudsman

Senada dengan itu, Pathurrahman mengakui pertemuan itu pembahasannya belum sampai detil yang teknis.

“lebih baik mencegah daripada terjadi. Alhamdulillah selama saya di Dinas Kesehatan belum terjadi maladministrasi itu,”Katanya.

Pathurrahman juga berharap satu poin kata kuncinya adalah mencegah dan jika sudah berupaya mencegah namun bisa terjadi, ia menekankan untuk tetap berupaya.

Sesuai SOP ! Pelayanan RSUD Provinsi Sangat Bagus

Mataram | Cantiknews – Direktur RSUD Provinsi NTB dr. Jack bersama Pj Gubernur Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si meninjau fasilitas dan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB, Selasa (05/12/2023).

“Ingin memastikan layanan-layanan ini berjalan memuaskan, cepat, ramah, sesuai dengan SOP,” ucapnya disela peninjauannya.

Usai melakukan medical check up, dr. Jack dan Miq Gita sapaan Pj Gubernur meninjau langsung fasilitas serta pelayanan kesehatan yang ada di RSUD Provinsi NTB. Ia juga turut menyapa dan berdialog dengan tenaga kesehatan serta pasien-pasien yang sedang berobat, mengurus proses administrasi dan lain sebagainya.

Dalam hal tersebut, Miq Gita juga melihat langsung fasilitas Elektronik Rekam Medis dan Validasi Biometrik/Sidik Jari yang kini hadir di RSUD Provinsi NTB. Hal ini sesuai dengan Permenkes No. 24 Tahun 2022, yang telah diterapkan.

Selain itu, Miq Gita mendukung penuh pemanfaatan teknologi guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia mengatakan, komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas fasilitas serta pelayanan terbaik, bukan hanya di RSUD Provinsi NTB melainkan juga di seluruh Rumah Sakit se-NTB.

“Sesuai dengan tekad kita ingin menjadikan Rumah Sakit Provinsi menjadi terdepan di Indonesia timur,” terang Miq Gita yang juga selaku Ketua Dewan Pengawas Rumah Sakit tersebut,”Ujarnya.

Jelang Pemilu 2024 ! Antisipasi Kesehatan Memburuk, Kadikes Beri Imbauan Begini

Lombok Timur | Cantiknews – Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur. Pathurrahman beriaraha dan antisipasi bagi para petugas Pemilu 2024 untuk meningkatkan kesehatan, baik fisik atau mental.

Petugas Pemilu di KPU dan Bawaslu di Lombok Timur belum mendapatkan jaminan keselamatan kerja. Hal ini diperlukan guna mengantisipasi kasus kelelahan berujung kematian petugas Pemilu 2019 lalu tidak terulang kembali.

“Persiapkan fisik sebab fisik di pengaruhi oleh konsumsi asupan nutrisi yang Adequate atau asupan nutrisi yang cukup,” ungkap Pathurrahman, Selasa (05/12/2023).

Para petugas Pemilu 2024 diminta mulai saat ini untuk mengkonsumsi makanan-makanan bergizi seimbang. Di antaranya itu ada protein, karbohidrat, nabati hewani, buah dan lainnya,” bebernya.

Selain itu, mengecek kesehatan di puskesmas terdekat atau fasilitas kesehatan lainnya. Hal yang tak kalah penting yang harus diperhatikan adalah mengatur tingkat beban kerja.

“Untuk itu, kalau kita lihat 2019 lalu yang menyebabkan banyak kematian disebabkan karena kelelahan fisik dan stres, jadi jangan lupa istirahat yang cukup,” Tegasnya.

Ia juga beri imbauan Pada saat Pemilu nanti beban kerja dari para petugas Pemilu itu harus dikurangi. Caranya para petugas membagi pekerjaan. Pathurrahman mengimbau bagi para petugas jangan sembarang membeli obat atau vitamin.

“Ini Penting juga obat yang dikonsumsi sesuai dengan resep dokter, khawatirnya nanti ada penyakit bawaan, jadi konsumsi obat sesuai penyakit dengan petunjuk dokter yang sudah memiliki takaran khusus,” Pungkasnya.

Gelar Jalan Sehat ! RSUD Provinsi NTB Rayakan HUT Ke 54 Tahun

Mataram | Cantiknews – Dalam Rangka menyambut HUT RSUD Provinsi NTB ke 54 tahun. Kemeriahan Puncak hari ulang tahun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB menggelar lomba jalan Sehat dengan hadiah utama sepeda motor yang berlangsung di halaman parkir selatan pada hari Minggu, (05/11/2023).

Kemeriahan Puncak HUT RSUD Provinsi NTB tampak terlihat ketika para peserta jalan sehat yang terdiri dari seluruh unsur karyawan, staf, pegawai sampai petugas keamanan Rumah sakit tumpah ruah mengikuti momentum perayaan Hari jadinya.

Hadir dalam kesempatan tersebut PJ Gubernur NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, Sekda Provinsi NTB, Direktur RSUD Provinsi NTB dan seluruh tamu undangan lainnya.

Direktur RSUD Provinsi NTB H. Lalu Herman Mahaputra atau yang akrab disapa dokter jack mengatakan dalam sambutannya,”meskipun saya baru menjabat sekitar dua tahun, namun kekompakan dan dukungan seluruh karyawan,staf dan jajaran Rumah sakit yang berjumlah kurang lebih 2500 an orang betul-betul saya rasakan,”Bebernya.

Sambungnya, Ia mengatakan Diusia RSUD Provinsi NTB yang ke 54 tahun, pertama ia mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh jajaran yang ada di RSUD Provinsi NTB yang telah bersama-sama mendukung inovasi. Dan Terbukti Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB saat ini sudah terakreditasi kelas A.

Matahari terbit dari timur, Dokter jack juga meyakini dan berharap keberadaan RSUD Provinsi NTB saat ini setara dengan Rumah sakit yang ada di Jawa dan akan menjadi rujukan Rumah sakit Indonesia Timur.

Ia menambahkan statement nya bahwa, Fasilitas dan peralatan yang dimiliki RSUD Provinsi NTB sudah berstandar Nasional dan Internasional. Dengan didukung beberapa waktu yang lalu sudah melaunching beberapa klinik unggulan

Senada dengan hal tersebut, Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi yang senantiasa mendukung kemajuan yang ada di RSUD Provinsi NTB.

Sembari memberikan apresiasi selanjutnya PJ Gubernur NTB diberikan kesempatan untuk memotong tumpeng yang kemudian tumpeng tersebut diserahkan kepada salah satu tamu undangan.

Kembali sambut apresiasi, PJ Gubernur NTB Drs. Lalu Gita Ariadi atau yang akrab disapa mik gita juga dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada Jajaran RSUD Provinsi NTB yang terus berinovasi memberikan pelayanan kepada masyarakat NTB.

Percepatan Penurunan Stunting, Perlu Dukungan Orang Tua Hebat

Lombok Timur | Cantiknews – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), gelar kelas orang tua hebat. Kegiatan tersebut untuk percepat penurunan angka stunting yang dirangkaikan dengan ulang tahun Nusa Tenggara Barat (NTB) berlangsung di Gedung Wanita Lombok Timur, Senin (04/12/2023).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Lombok Timur, H Ahmad, mengaku begitu bahagia lantaran daei sepuluh kabupaten kota di NTB, pihaknya paling siap menerima narasumber internasional dari pusat. Hal itu disebutnya luar biasa hanya Lotim bebernya yang cepat merespon.

“Sangat berdampak kepada tingkat pengetahuan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang ada di Desa,” ucap H Ahmad.

Karena Itu, dengan apa yang disampaikan oleh narasumber bisa merubah perilaku pola asuh dan pemberian makan. Prihal itu sebutnya, salah satu hal yang paling utama pada pencegahan stunting.

Tidak hanya itu, Jika hanya bantuan semata menurutnya tak berpengaruh pada penurunan angka stunting. Namun caranya adalah dengan merubah pola makan. Makanannya, kata dia, tak lagi yang instan sebab hal semacam itu diseutnya tidak baik.

Dalam kesempatan itu juga, ia menyinggung Ultah NTB. Kegiatan itu, bebernya, dalam rangka Hut wilayah bejuluk Bumi Gora ini.

Ahmad mengatakan momen ini oleh pihaknya diisi dengan seminar guna meningkatkan pengetahuan PKK. Dikarenakan satu bagian dari tim pendamping keluarga. Yang tak kalah penting ialah mensosialisasikan aplikasi Elsimil.

Dijelaskannya Elsimil merupakan aplikasi yang dipercaya menjadi tolak ukur daerah pada pendampingan. Nantinya bakal ada bimbingan pranikah tiap bulan oleh PKK yang kolaborasi dengan KUA.

“kita berikan bimbingan pranikah setelah 3 bulan baru diberikan sertifikat Elsimil,” katanya.

Adapun beberapa hal penting yang tertuang dalam aplikasi Elsimil tersebut. Diantaranya untuk kegiatan Pranikah akan ada pemeriksaan kesehatan, pengecekan usia, HB dan lainnya.

“Hal itu semua bisa dipantau secara digital melalui aplikasi Elsimil,” tuturnya.

Sambungnya, Apabila ditemukan catatan kurang baik sesuai di aplikasi Elsimil, maka tim PKK akan memberikan bimbingan dan pendampingan untuk mengatasi persoalan yang dihadapi calon pasutri atau calon ibu hamil.

Umur merupakan aspek yang paling penting yang harus di taati. Jika masyarakat mendaftarkan diri pada Elsimil namun masih di bawah umur dan hamil, maka DP3AKB melalui PKK akan memberikan pendampingan.

Selanjutnya, diberikan surat pernyataan bahwa calon Pasutri yang menikah di bawah usia harus menggunakan alat kontrasepsi baru kemudian mendapatkan sertifikat untuk melangsungkan pernikahan di KUA.

“Harapan kita semua Calon Pengantin (Catin) yang mendaftar itu bisa masuk menggunakan aplikasi Elsimil,” katanya.

Sementara itu, Pj Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Lombok Timur, Hj Nurhidayati mengatakan, andaikan masyarakat paham pentingnya aplikasi Elsimil, ia meyakini angka stunting di daerah akan cepat diatasi.

Mengingat aplikasi tersebut mengajak warga untuk mengetahui serta sadar sebelum mereka menikah, ada hal yang harus di asesmen secara mandiri Karena itu menyangkut kesiapan calon orang yang berumah tangga,” bebernya.

Ia berharap, hal yang akan menjadi hambatan untuk melahirkan anak yang sehat, keluarga yang terhindar dari stunting bisa teratasi dari aplikasi Elsimil.

Ia berkata, yang menjadi masalah saat ini tidak semua masyarakat yang jadi calon pengantin tau itu, dan juga punya hp yang suport untuk aplikasi tersebut.

“Perlu dampingan dan dukungan peran PKK nanti membantu memfasilitasi melalui hp siapa mungkin supaya mereka harusnya bisa menggunakan aplikasi Elsimil untuk persiapan sebelum menikah,” cetusnya.

Kegiatan itu dihadiri oleh ketua PKK di Lombok Timur mengangkat tema Penyediaan Menu PMT Posyandu san Pola Asuh Aktf.

Anak Dalam kegiatan Kelas Orang Tua Hebat dengan tema Penyediaan menu PMT Posyandu dan Pola Asuh Aktif, Respon dalam Memberikan Makan Anak dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting.

Permudah Pelayanan Kesehatan, Kini Dikes Lotim Sediakan Penambahan Fasilitas Kesehatan

Lombok Timur | Cantiknews – Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur mencatat tuberkulosis (TBC) pada tahun 2023 ini tembus angka 1.682 kasus positif. Minggu, (3/12/2023).

Jumlah angka tersebut masih jauh dari target yakni sebesar 4.828. Untuk itu Dinkes Lombok Timur dalam waktu dekat akan menambah jumlah fasilitas kesehatan di Pusat Layanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dan Kesehatan Lingkungan (Kabid P3KL) Dinkes Lombok Timur, Budiman Satriadi mengatakan, saat ini baru lima Puskesmas dan dua rumah sakit (RS) di Lombok Timur yang menyediakan alat pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TMC).

Menurut Budiman, kekurangan alat pemeriksaan TMC menjadi kendala pengendalian TBC di daerah tersebut. Pihaknya sudah menyuarakan keluhan tersebut kepada pemerintah pusat lantaran daerah belum mampu dari sisi anggaran. “Itu memang kendala,” ucap Budiman

Ia mengharapkan usulan itu terpenuhi mengingat Lombok Timur merupakan daerah dengan penduduk tertinggi di NTB. Pun memiliki jumlah Puskesmas terbanyak yakni 35.

Selain menambah fasilitas TMC, pihaknya juga turun ke desa-desa bersama dengan PKBI, Dinsos, dan sejumlah NGO untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya TBC.

“Kami memohon dukungan juga pada pihak (pemerintah) desa. Mohon dukungan semua kepala desa menganggarkan kegiatan-kegiatan untuk penanggulangan penyakit TBC ini,” Tuturnya.

Hal ini sesuai dengan amanat Permendes No.8 Tahun 2022 yang menyebutkan secara khusus untuk penanggulangan penyakit menular yaitu AIDS, TBC dan malaria (ATM).

Budiman mengatakan, penanganan TBC tahun 2023 ini baru mencapai 90 persen. Diharapkan tahun depan bisa meningkat hingga 100 persen.

Di tempat berbeda, Kepala Puskesmas (Kapus) Rarang Hidayat Taofik menyebutkan, Kecamatan Rarang merupakan lokus TBC dan belum mendapatkan kendala serius.

“Kami bergerak ke dusun, utamanya dua dusun yakni Dusun Lando dan Selagek. Kalau kita temukan masyarakat yang terkena TBC kita intens setiap hari memberikan perawatan,” pungkasnya.

Upaya Pemerintah Pencegahan Penularan HIV/AIDS Rentan Bagi Kaum Laki-laki

Lombok Timur | Cantiknews – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berupaya dalam pencegahan Kasus HIV/AIDS yang mengalami peningkatan tahun ini seiring upaya lebih terbuka yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Bencana (P3KL) Dinas Kesehatan Lombok Timur Budiman Satriadi menyebut angka pengidap HIV/AIDS di Lombok Timur dari Januari hingga November 2023 mencapai 28 kasus.

“Kasus HIV/AIDS lebih tinggi sedikit dibandingkan tahun lalu,” ujarnya, Rabu (29/11/2023).

Selain itu, ia mengungkapkan dengan terdapat peningkatan kasus menjadi arah lebih positif karena masyarakat lebih terbuka untuk memeriksakan diri ke petugas kesehatan. Apalagi gerakan sosialisasi yang ditingkatkan juga tengah dilaksanakan baik di Desa, Posyandu, serta KPA bersama petugas Puskesmas menggandeng komunitas kelompok kunci.

“Melalui sosialisasi dan komunikasi yang terjalin baik dapat lebih mudah mengajak mereka agar secara sukarela memeriksakan diri ke puskesmas dan rumah sakit sehingga pengendalian HIV/AIDS dapat dilakukan,” Ungkapnya

Dikatakan Budiman untuk penularan HIV/AIDS saat ini tidak lagi didominasi dari suntikan, namun dari evaluasi yang sudah dilaksanakan penularan banyak terjadi pada kelompok kunci diantaranya kelompok penyuka sesama jenis terutama Lelaki Seks Lelaki (LSL).

Budiman menegaskan pihaknya juga terus mengingatkan para remaja melalui berbagai sosialisasi di sekolah maupun organisasi pemuda lainnya agar menghindari hubungan diluar nikah karena berpotensi sangat rentan terkena HIV/AIDS. Ia juga mengimbau terutama dari sisi pencegahan agar masyarakat memahami faktor-faktor risiko dan cara penularan HIV/AIDS.

Sementara masyarakat yang memiliki faktor resiko agar memeriksakan kesehatan ke pelayanan kesehatan. Dapat dipastikan kerahasiaannya terjaga.

“Imbauan bagi masyarakat luas khususnya orang yang terkena HIV dan AIDS ( ODHA) diminta secara patuh memeriksakan diri ke petugas kesehatan serta rutin minum obat untuk menjaga kualitas kesehatan mereka,” Tutupnya.