Arsip Kategori: Pemerintah

Berita dari Kepemerintahan

Peletakan Batu Pertama Graha Insan Cita Jempong Barat


Mataram, NTB_Secara simbolis Wakil Wali Kota Mataram TGH. Mujiburrahman bersama Ketua DPRD Kota Mataram H. Didi Sumardi melakukan peletakan batu Pertama pembangunan Graha Insan Cita Mataram bertempat di Jempong Barat Kelurahan Jempong Baru, Rabu (17/08/2022).

Hadir pula pada acara tersebut, Bupati Lombok Timur H. Sukiman Azmy, Ketua Yayasan Harapan
Masyarakat Indonesia Mataram (MAMIM) Suprapto dan Tokoh Masyarakat.

Dalam Kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Mataram memberikan Apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Harapan Masyarakat Indonesia Mataram (HAMIM), yang menunjukkan kepekaan sosial yang luar biasa dan memiliki niat baik untuk mendirikan wadah pembinaan bagi generasi muda, yatim piatu dan masyarakat.

Kehadiran Yayasan Harapan Masyarakat Indonesia Mataram (HAMIM) ini sangat membantu untuk menjangkau lebih banyak lagi lapisan masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Di akhir Sambutannya Wakil Wali Kota Mataram Berharap langkah yang diambil oleh HAMIM ini bisa menggugah lebih banyak pihak untuk juga turut peduli dan berbagi dengan Saudara-Saudara kita yang kurang beruntung dan terus melaksanakan pengabdian, membantu Saudara-Saudara kita hingga tahuntahun ke depan,”Pungkasnya”.

Tradisi ”Betetulak”.Wali Kota Mataram Mendapat Gelar Pengeraksa Buana

Kota Mataram, NTB- Bertempat di Gedeng Kemaliq Rembiga Jl. Jend. Sudirman Gang Mentawai, Rembiga Timur Wali Kota Mataram diberikan gelar Pengeraksa Buana dalam Acara Ritual Betetulak dan peresmian Kemaiq Gedeng Rembiga Kerekok, Selasa (09/07/2022).

Hadir dalam Kesempatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Camat Selaparang, Lurah Rembiga, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Dan Tokoh Masyarakat. Masyarakat di Kelurahan Rembiga Kota Mataram memiliki tradisi Betetulak untuk menyambut tahun baru Islam yang jatuh setiap tanggal 1 bulan Muharram tahun Hijriah.

Tradisi tersebut telah berlangsung sejak abad ke–XVI sampai sekarang. Betetulak juga dipercaya sebagai sebuah tradisi untuk menolak bala. Gelar Pengeraksa buana adalah keberadaan Wali Kota sebagai Datu Penguasa Mataram, dan sebagai simbol dipasangkan.

“Tali Umbak” bahwa Masyarakat adat rembiga membutuhkan pengayoman, perlindungan dan pengembangan masyarakat dengan segala adat budaya yang dimiliki yang diamanahkan kepada Wali Kota Mataram.

Mengawili sambutannya Wali Kota Mataram menjelaskan Sebagaimana diketahui, Betetulak adalah salah satu nilai kearifan lokal yang telah ada sejak masuknya Islam di Lombok yang dibawa oleh Sunan Prapen pada masa berjayanya kerajaan Selaparang.

Pada waktu itu Sunan mendidik 6 santri, salah satunya Ratu Ambiyak yang kemudian bermukim di wilayah Kerekok atau di Rembiga saat ini. Lebih lanjut Wali Kota juga menyampaikan Beberapa ritual yang dilaksanakan sepanjang pelaksanaan tradisi Betetulak ini memiliki makna yang sangat dalam.

Satu nilai yang patut kita ingat adalah agar kita tidak menjadi kacang yang lupa akan kulitnya, artinya setinggi apapun kita terbang, kita tidak lupa akan asal-usul kita.

“saya berharap ke depan tradisi ini bisa terus dilestarikan. Tidak saja sebagai suatu selebrasi yang meriah, namun lebih dari pada itu untuk menjaga kelestarian adat istiadat dan nilai-nilai budaya yang kita anut sebagai identitas diri yang patut kita banggakan”. Tutupnya.

Pelaksanaan APBD Kota Mataram Triwulan II TA 2022 Total 87 % OPD Capai Serapan Kategori Sedang dan tinggi

Mataram, NTB – Sebanyak 34 dari 39 atau 87% Organisasi Perangkat Daerah (OPD) merealisasikan serapan anggaran tahun 2022, triwulan II pada kategori sedang dan tinggi. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Effendy Eko Saswito dalam rapat Koordinasi Pelaksanaan APBD Kota Mataram Triwulan II TA 2022, yang bertempat di Ruang Kenari, Kantor Wali Kota Mataram, Selasa (02/08/2022).

Dari 39 OPD, ada 18 OPD berada pada kategori capaian sedang atau realisasi fisik berkisar pada 34% sampai dengan 45%. Sementara 16 OPD berada pada kategori capain tinggi atau realisasi fisik lebih dari 45%. Adapun 5 OPD berada pada capain rendah.

Adapun rincian jenis belanja pada triwulan II, terdapat Belanja Operasi sebanyak 37,79%, Belanja Modal 15,29%, Belanja Tak Terduga 4,23%, Belanja Transfer 0%. Dengan realisasi capaian fisik mencapai 43,01 % dan keuangan mencapai 34,84%.

Menurut Sekda Kota Mataram H Effendy Eko Saswito selama pelaksanaan anggaran triwulan II terdapat catatan yang perlu dimaksimalkan oleh OPD pelaksana seperti terdapat kekeliruan yang bersifat administratif.

Kemudian terjadi pergeseran anggaran karena terdapat ketidaktepatan dalam penyusunan perencanaan anggaran kas yang menyebabkan inkonsistensi antara target dan realisasi belanja. Adapun hal lain karena kendala teknis seperti sistem LKPP Pusat yang sering maintenance sehingga menghambat proses e-purhasing.

Berdasarkan catatan ini, Sekda meminta semua OPD segera melakukan percepatan pelaksanaan kegiatan sesuai Dokumen Pelaksanaan Anggaran Perubahan Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPAP-SKPD) dan anggaran kas kegiatan yang telah direncanakan.

Selain itu, OPD diminta untuk memproses pelaksanaan fisik paket barang/jasa dari kegiatan proses pemilihan penyedia, dengan tetap melakukan dan pemantauan di lapangan dan segera melaporkan jika terdapat kendala di lapangan.

Dengan tetap melakukan pengawasan yang berjenjang (supervision) dari penggunaan anggaran/kuasa anggaran dan PPTK guna tertib pelaksanaan, pertanggungjawaban, dan pelaporan kegiatan.